oleh

Realisasi Hampir 100 Persen, Kegiatan Dinas PU Tarukim Siak Berdampak Positif pada Ekonomi Masyarakat

Irving Kahar, Kadis PU Tarukim Siak.

SIAK – Realisasi fisik kegiatan di Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PU Tarukim) Kabupaten Siak selama 2018 sudah mendekati 100 persen. Baik itu kegiatan yang dananya bersumber dari DAK (Dana Alokasi Khusus), Bankeu dan APBD Kabupaten Siak.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas PU Tarukim Kabupaten Siak, Irving Kahar Arifin saat dikonfirmasi GoRiau.com di ruang kerjanya, Selasa (4/12/2018) petang.

banner 300x250

“Kalau realisasi kegiatan fisik kita dari semua bidang itu hampir mendekati 100 persen atau hampir sama dengan tahun 2017 yakni 99,5 persen. Dan yang 5 persen ini karena masih ada sisa GU yang belum tuntas,” kata Irving didampingi seluruh Kabid di Dinas PU Tarukim Siak.

Untuk seluruh kegiatan Dinas PU Tarukim Kabupaten Siak, kata Irving, mulai dari Bina Marga, Perkim, Pengairan, Cipta Karya, Pertamanan dan lainnya itu total anggarannya mencapai Rp160 miliar.

“Sejauh ini, pekerjaan yang dilakukan Dinas PU Tarukim Kabupaten Siak itu berkesinambungan dan sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat di Siak. Sesuai dengan komitmen kita menjaga kondisi mantap jalan dan fungsional,” tandas Magister Teknik Sipil dari Universitas di India ini.

Selama 2018 ini, kata pria yang sangat berperan penting pada pembangunan infrastruktur di Kabupaten Siak ini, kegiatan PU Tarukim Siak lebih diprioritaskan pada pemeliharaan karena Siak juga tidak memiliki dana yang cukup untuk pembangunan yang baru.

“Hal itu sesuai dengan amanah dari peraturan pemerintah tentang Undang-undang jalan yang intinya dari pada melakukan pembangunan baru, lebih baik kita melakukan pemeliharaan. Sejauh ini pekerjaan masing-masing bidang cukup jelas dan dirasakan oleh masyarakat Siak,” kata Irving.

Pemeliharan yang dilakukan itu juga anggarannya dialokasikan melalui dana swakelola yang nilainya berkisar sekitar Rp 18,85 miliar yang dibagi untuk 5 wilayah di Kabupaten Siak.

Soal dana swakelola yang diperuntukan di 5 wilayah ini juga dijelaskan oleh Kabid Bina Marga, Ari Nuvrizal kepada GoRiau.com.

Dikatakannya, wilayah I yang mencakup Kecamatan Siak dan Mempura itu menghabiskan anggaran sekitar Rp 7 miliar dengan kegiatan mulai dari Penambalan (patching) untuk memperbaiki kerusakan – kerusakan pada badan jalan terutama pada lapisan perkerasan dengan penutup aspal.

Selanjutnya pengerjaan bahu jalan, pemeliharaan jembatan yang mulanya berlantai papan atau kayu diganti dengan konstruksi dari besi agar lebih kokoh, base jalan serta pengecatan jalan.

Pemeliharaan di wilayah II yang mencakup Kecamatan Dayun, Kecamatan Koto Gasib, Lubuk Dalam dan Kerinci Kanan hanya menghabiskan dana Rp 3 miliar. Wilayah III meliputi Kecamatan Tualang, Sungai Mandau hanya Rp 2,8 miliar.

Sementara di wilayah IV yang meliputi Kecamatan Sabak Auh, Sungai Apit, Bungaraya dan Pusako nilai dana swakelola yang dikucurkan mencapai Rp 5 miliar. Terakhir, wilayah V, Kandis dan Minas itu hanya Rp 1 miliar.

“Untuk wilayah V ini memang sangat sedikit, karena banyak jalan di dua kecamatan ini merupakan jalan perusahaan. Pemeliharaan ini banyak juga jenisnya, tidak hanya jalan saja. Seperti lampu hias pada jembatan Siak itu juga pemeliharaannya dari dana swakelola,” kata Ari menjelaskan penggunaan dana swakelola berdasarkan wilayahnya. ***