oleh

Kuotanya Terus Meningkat, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya di Kabupaten Siak untuk 2018 Capai 312 Unit

Ilustrasi

SIAK – Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PU Tarukim) Kabupaten Siak terus berupaya menjemput dana provinsi dan pusat untuk pembangunan di wilayah Kabupaten Siak.

Untuk tahun 2018 ini, khusus kegiatan bidang perumahan dan permukiman sebagian besar dananya bersumber dari APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Nasional), APBD Provinsi dan DAK (Dana Alokasi Khusus).

banner 300x250

Hal itu dibenarkan Kepala Dinas PU Tarukim Kabupaten Siak, Irving Kahar Arifin didampingi Kabid Perkim, Khaidir saat dikonfirmasi GoRiau.com di ruang kerjanya, Selasa (4/12/2018) petang.

“Ada 6 point kegiatan kita di Perkim untuk 2018 ini, sama halnya dengan tahun-tahun sebelumnya. Untuk kegiatan BSPS, Agropolitan dan pembangunan Rusun itu dananya dari APBN. Sedangkan kegiatan sanitasi dari DAK dan RSLH anggarannya dari APBD Provinsi Riau,” kata Khaidir.

Dijelaskan Khaidir, kuota Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2018 ini mencapai 312 unit. Angka ini sangat jauh meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2016 yang hanya 158 unit dan 2017 untuk 240 unit.

“312 unit BSPS ini disebar di beberapa kecamatan yakni, Tualang 166 unit, Bungaraya 32 unit dan Koto Gasib 114 unit dengan total biaya Rp 4.68 miliar,” kata Khaidir membeberkan data kegiatannya selama 2018.

Hanya saja untuk kegiatan pembangunan Rumah Sehat Layak Huni (RSLH) tahun 2018 ini mengalami penurunan dari 223 unit (tahun 2017) menjadi 154 unit dengan anggaran mencapai Rp 9.24 miliar dari APBD Provinsi Riau.

“Tetapi pembangunannya lebih tersebar hampir merata di Kecamatan se Kabupaten Siak. Hanya warga Kandis, Pusako, Kerinci Kanan, Bungaraya dan Koto Gasib saja yang tidak memdapatkan RSLH dari Provinsi Riau tahun ini,” sebutnya lagi.

Khusus daerah persawahan seperti di Kecamatan Sungai Mandau, Dinas PU Tarukim melalui Perkim Kabupaten Siak juga membangun jalan semenisasi yang biasa disebut dengan Agropolitan. Panjangnya mencapai 7.400 meter dengan sumber dana dari APBN.

“Masyarakat sangat bersyukur dengan adanya kegiatan Perkim ini. Mulai dari renovasi rumah, pembangunan RSLH, hingga pembangunan sanitasi. Apalagi masyarakat yang sebelumnya masih menggunakan toilet alam, kini sudah memiliki toilet yang sehat. Secara otomatis, mereka sudah mulai membiasakan pola hidup sehat,” sebut Kabid ini lagi. ***