oleh

Dewan Pertanyakan Rekrutmen Naker Tempatan dan Perizinan EMP Bentu, Begini Penjelasan Perusahaan

Rapat dengar pendapat Komisi I DPRD Pelalawan dengan PT EMP Bentu Ltd di kantor DPRD, Senin (10/12/2018).

PANGKALAN KERINCI – Persoalan rekrutmen tenaga kerja (Naker) tempatan dan perizinan perusahaan menjadi sorotan dan perhatian serius Komisi I DPRD Pelalawan. Tidak hanya itu, dewan juga menyoroti persoalan karyawan.

Hal itu terungkap saat anggota Komisi I DPRD Pelalawan menggelar Rapat Dengan Pendapat (RDP) bersama PT Energi Mega Persada (EMP) Bentu Ltd di kantor DPRD, Senin (10/12/2018).

banner 300x250

Dalam kesempatan dewan mempertanyakan segala perizinan perusahaan. Dewan juga mempertanyakan rekrutmen tenaga kerja tempatan.

“Saya minta perusahaan mau membantu daerah dalam memberdayakan tenaga kerja tempatan,” kata pimpinan rapat, juga Ketua Komisi I DPRD Pelalawan, Eka Putra.

Dalam forum ini, Eka Putra meminta kepada mitra kerja EMP Bentu untuk melaporkan jumlah tenaga kerjanya kepada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pelalawan.

“Tentu, DPRD akan mendukung apabila seluruh prosedur telah dilalui oleh perusahaan. Artinya dengan kehadiran perusahaan ini, masyarakat juga diuntungkan,” tandasnya.

Pada kesempatan ini, SKK Migas memaparkan beberapa proyek pemerintah yang sedang dikerjakan oleh EMP Bentu Ltd.

Penjelasan ini disampaikan oleh Manager Senior Humas SKK Migas Perwakilan Sumbagut, Evy Lubis. Terlihat hadir GPA Manager EMP Bentu Ltd, Amru Mahali.

Proyek yang tengah dikerjakan EMP Bentu, sebut Amru Mahali, yakni pengeboran 7 sumur gas baru di Kecamatan Langgam dan pembangunan fasilitas produksi Seng Segat Gas Plant serta jalur pipa distribusi mulai dari Langgam ke Simpang Kuala sepanjang 23 Km.

“EMP sudah teken kontrak Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan PT Pertamina Persero untuk men-delivery gas ke Pertamina Refinery Unit II Dumai. Untuk memenuhi ini, maka kita lakukan explorasi sumur baru,” paparnya.

Perwakilan EMP Bentu, Taufik Sawier juga menjelaskan, sejalan dengan beroperasinya pengeboran
gas di 7 sumur di Langgam, membuka lapangan kerja baru.

“Tentunya, kita Prioritaskan naker tempatan. Kepada perusahaan mitra kerja, kita juga sudah ingatkan agar mengutamakan naker tempatan,” jelasnya.

Taufik Sawier juga mengatakan, seluruh tenaga kerja telah dilaporkan ke Disnaker Pelalawan. “Sudah kita berika kesempatan kepada putra asli Langgam menempati posisi leader. Inilah komitmen kita,” tandasnya.