oleh

DPRD Kuansing: Seharusnya KUD Langgeng Terima Deviden yang Layak

Ketua Komisi B Andi Nurbai bersama Rustam Effendi saat memimpin hearing antara PT CRS dan KUD Langgeng.

TELUKKUANTAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kuantan Singingi (Kuansing), Riau terkejut mendengar keuntungan PT Citra Riau Sarana (CRS) dalam mengelola Pabrik Kelapa Sawit (PKS) 1. Dimana, keuntungan yang mereka dapat selama tahun 2017 hanya lebih kurang Rp2 Miliar.

Dari keuntungan itu, PT CRS berniat memberikan Rp1 Miliar kepada KUD Langgeng atas kepemilikan 49 persen saham di PKS tersebut.

banner 300x250

“Deviden Rp1 Miliar kami nilai tidak layak. Seharusnya, KUD Langgeng terima deviden yang layak, sesuai porsi kepemilikan saham,” ujar Andi Nurbai, Ketua Komisi B DPRD Kuansing, Selasa (11/12/2018) sore.

DPRD mendesak agar PT CRS transparan dalam pengelolaan PKS 1, sehingga tidak ada yang dirugikan. Pihak KUD Langgeng pun sudah meminta agar PT CRS melakukan audit oleh akuntan publik, bukan audit internal.

Namun, sampai saat ini, audit oleh akuntan publik tak kunjung dilakukan. Menurut KUD Langgeng, keuntungan Rp2 Miliar merupakan hasil audit internal PT CRS.

“Maka kita tekankan tadi, supaya PT CRS transparan dalam mengelola PKS 1. Deviden harus ditingkatkan sesuai kepemilikan saham,” ujar Andi Nurbai.

Untuk diketahui, sampai saat ini PT CRS tak kunjung melakukan LPj keuangan 2017 dan memberikan deviden ke KUD Langgeng. GoRiau.com pernah menanyakan penyebab belum dilaksanakannya LPj, namun Darwis selaku Humas PT CRS enggan untuk berkomentar.