oleh

Diduga Tak Satupun Kegiatan Galian C di Siak yang Kantongi Izin, Yan Prana Jaya: Makanya Tak Ada Masuk ke PAD 2018

Ilustrasi

SIAK – Semenjak dialihkannya kewenangan untuk mengeluarkan izin usaha penambangan pasir ke provinsi, banyak kegiatan penambangan galian C di wilayah Kabupaten Siak, Riau tak terpantau legalitasnya.

Karena hal itu juga, dapat dipastikan kegiatan galian C yang merusak lingkungan di Siak ini sama sekali tidak menyumbangkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) untuk Kabupaten Siak selama tahun 2018.

banner 300x250

Hal itu diakui oleh Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Siak, Yan Prana Jaya saat ditemui GoRiau.com di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.

“Kewenangan untuk mengeluarkan izin kegiatan galian C ini ada di Provinsi. Tapi penambang juga harusnya melapor ke daerah tempat mereka menambang tanah. Karena setiap kegiatan galian C yang resmi itu pasti ada pajaknya, yang nanti juga menambah PAD Siak ini,” kata Yan Prana Jaya.

“Aktivitas galian C banyak di Siak. Ga perlu kita sebut satu persatu titiknya, karena hampir sebagian besar masyarakat di Siak sudah tau kegiatan itu diduga ilegal alias tak miliki izin, makanya tak ada masuk PAD 2018 ini,” katanya menambahkan.

Untuk tahun 2018 ini, kata Yan, target PAD Siak dari pajak mineral bukan logam (tanah liat / tanah timbun) senilai Rp20 juta. Ia juga heran kenapa aparat penegak hukum tidak bertindak pada kegiatan yang sudah merusak lingkungan tersebut dan tak kantongi izin tersebut.

“Tapi realisasinya 0 persen. Karena tidak ada satupun dari kegiatan galian C di Siak yang melaporkan kegiatannya. Kalau untuk menindak kegiatan itu ilegal atau bukan, bukan tugas kita di pemerintahan. Tetapi dari penegak hukum, apapun yang ilegal jelas pidana,” ujar Yan lagi.

Sebelumnya, Bupati Siak Syamsuar juga mengakui aktivitas galian C yang ada dibeberapa Kecamatan di Kabupaten Siak sudah merusak lingkungan. Namun ia juga mengaku tidak dapat berbuat banyak karena kewenagan izin berada di provinsi.

“Hanya masalah kewenangan, karena itu ada di provinsi. Tunggulah saya dilantik (jadi gubernur) dulu. Sementara ini kita berharap kegiatan itu dihentikan dulu,” kata Bupati Siak dua periode ini.