oleh

Berakhir 31 Desember, Ini Pertimbangan Status Siaga Darurat Banjir dan Longsor di Riau Tak Diperpanjang

PEKANBARU – Status siaga darurat banjir dan longsor di Provinsi Riau akan berakhir pada 31 Desember 2018. Status ini tidak akan di perpanjangan. Pertimbangannya dikarenakan beberapa daerah yang terdampak banjir sudah mulai surut.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sendiri telah menetapkan status siaga darurat bencana banjir dan longsor sejak 30 November 2018 lalu.

banner 300x250

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edwar Sanger mengatakan, bahwa pihaknya sudah meminta pertimbangan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru terkait prediksi kondisi cuaca pada awal tahun 2019 mendatang.

“BMKG menyebut curah hujan di Riau mulai turun,” kata Edwar kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Jumat (27/12/2018).

Disamping itu, lanjut Edwar, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan BPBD kabupaten dan kota se Riau untuk memastikan kondisi terkini di wilayah mereka masing-masing. Dari hasil koordinasi tersebut, disebutkan bahwa daerah yang sebelumnya direndam banjir, sekarang sudah surut.

“Jadi kita lihat kondisi beberapa hari ke depan ini. Kalau memang tak perlu diperpanjang statusnya, tak kita perpanjang. Kalau tak perlu diperpanjang, ya tak perlu,” jelas Edwar.

Sehingga, warga yang sebelumnya mengungsi akibat banjir, sekarang sudah kembali ke rumah masing-masing. “Di Pelalawan sudah surut. Paling yang tergenang antara 15-20 centimeter,” ungkapnya lagi.

Edwar mengaku, pihaknya sudah melakukan rapat bersama BNPB terkait penanganan bencana di Riau ini. Disinggung juga pengajuan logistik bantuan korban banjir. Menurut dia, logistik akan tetap dikirim oleh pusat.

“Logistik yang sempat diajukan, sedang proses. Walaupun proses berjalan, kalau ada, bisa jadi cadangan tahun depan. Lampung juga tengah terjadi bencana. Sehingga konsentrasi BNPB terpecah, dan lebih memfokuskan ke sana,” paparnya.