oleh

Masuk Cagar Budaya, Kampung Pecinaan Siak Sri Indrapura yang Terbakar Akan Dibangun Seperti Aslinya

Kampung Pecinaan Siak Sri Indrapura yang disebut Pasar Lama sebelum terbakar.

SIAK – Kawasan Pasar Lama Siak Sri Indrapura atau yang biasa dikenal dengan ‘Cina Town’ sebagian besarnya sudah rata dengan tanah akibat musibah kebakaran sekitar Februari lalu. Namun kedepannya, kampung pecinaan itu akan dibangunan dengan bentuk yang sama seperti sebelumnya.

Sejumlah pemilik bangunan yang mayoritas warga Tionghoa ini sebelumnya juga ada yang ingin mendirikan bangunan baru pasca kebakaran. Namun karena kawasan tersebut masuk dalam cagar budaya, warga tidak bisa membangun semaunya dan harus mengikuti aturan yang ada.

banner 300x250

Untuk itulah Dinas Pekerjaan Umum dan Tarukim Siak mengumpulkan seluruh warga yang rumah atau rukonya terbakar. Mereka dikumpulkan di gedung Tengku Mahratu untuk mengetahui bagaimana penataan bangunan di kawasan pasar lama kota Siak tersebut, Jumat (28/12/2018).

Dalam pemaparannya, Kepala Dinas PU Tarukim Siak, Irving Kahar menyebutkan gang pada blok pertokoan di pasar lama itu sebaiknya dikembalikan seperti semula. Dimana penghuni tidak dibenarkan membangun pagar antar blok pertokoan.

Sehingga pengaturan sirkulasi udara dan kelembaban udara serta pencahayaan dapat normal. Selain itu juga akses keluar masuk saat kondisi darurat atau kebakaran juga lebih cepat.

“Gang antar blok ruko itu nantinya tidak boleh dipagar karena itu merupakan akses keluar masuk. Untuk material gang itu nanti dibuatkan type concrete patern, sama seperti di Negara Malaysia. Lorong itu juga nantinya bisa dilewati wisatawan,” kata Irving.

Garis sempadan bangunan, nol merupakan ciri khas kawasan pasar lama denhan pedestrian berada di depan pintu ruko yang merupakan fasilitas umum. Ketinggian bangunannya juga 2 langai sesuai dengan ketinggian eksisting bangunan warisan budaya.

Masih dari keterangan Irving, bangunan toko di pasar lama Siak ini ada 4 tipe, pertama 1 ruko tanpa balkon, kedua 1 ruko dengan balkon, ketiga 2 ruko tanpa balkon dan keempat 2 ruko dengan balkon.

Selanjutnya model atap pelana dan list plang dengan teras yang berfungsi sebagai selasar penghububg antar bangunan. Elemen khas bangunan lainnya tiang kayu atau teritisan, kansol penopang, 4 deret jendela 2 daun serta dinding pola papan kayu horizontal.

“Ruko yang nanti akan dibangun harus sesuai dengan bangunan lama yang terbakar, khususnya bagian depan. Selasar harus ada sebagai fungai pedestrian ruko pecinaan, terdapat juga Inner Court Yard atau bangunan terbuka, jendela kaca atau krepyak, pintu panel kayu lipat, dinding penahan api sesuai Permen PU no 29/PRT/M/2006, materual dinding diutamakan kayu atau menggunakan bata yang direkayasa pelapis counblock menyerupai kayu dan tinggi bangunan 2 lantai,” kata Irving menjelaskan.

Dalam pertemuan itu, Irving juga menegaskan, untuk 2019 nanti yang harus dituntaskan pertama adalah pembuatan sertifikat tanah warga tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan pembangunan ruko yang akan menggunakan jasa developer dengan sistem pinjaman ke bank.

“Setelah nanti semua warga sepakat dengan konsep yang ada, maka developer nantinya akan membangun ruko yang bentuknya sama dengan sebelumnya. Warga bisa mencicilnya ke Bank yang nanti memberikan pinjaman untuk bangunan tersebut. Khusus untuk sertifikat tanah ini, pemkab akan bantu tanpa dipungut biaya,” kata Irving.