oleh

Dari Pengalamannya, Rektor STEI Tazkia Bogor ini Berikan Pembinaan Spiritual untuk Mualaf

Dr Murniati Mukhlisin MAcc, Konsultan Syariah Finance

SIAK – Rektor Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia, Dr Murniati Mukhlisin MAcc ternyata seorang mualaf. Wanita bermata sipit kelahiran Baturaja, Sumatera Selatan, 17 Oktober 1972 itu mengaku sangat kagum melihat kedamaian dan keharmonisan pada keluarga sahabatnya yang muslim.

“Saya mendapat hidayah itu ketika sering belajar di rumah teman-teman saya semasa SMA. Saya melihat keharmonisan keluarga teman saya yang muslim. Mereka juga menjalankan ajaran agama dengan tekun, dari sana saya putuskan untuk memeluk agama islam dan mengganti nama saya dari Mu Kim Ni menjadi Murniati Mukhlisin,” katanya kepada GoRiau.com, usai melakukan MoU dengan Pemkab Siak, Jumat (28/12/2018).

banner 300x250

Ibu dari Layyina Humaira Tamanni (11), Hayyan Hani Tamanni (9) dan Rayyan Ayman Tamanni (7) ini dulunya mendapatkan rekomendasi orangtua asuh dari PITI (Pembina Iman Tauhid Islam d/h Persatuan Islam Tionghoa Indonesia). Ia diterima dengan hangat di keluarga Ustazah Qomariah Baladraf Teh Giok Sien di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

Di Jakarta, dia aktif mengikuti kegiatan kepemudaan Islam di Masjid Istiqlal dan di Yayasan H Karim Oei, di Jl Lautze. Secara ekonomi, ia juga mulai mandiri setelah diterima bekerja di sebuah bank swasta di Jalan Sudirman Jakarta.

“Pengalaman ini menjadikan saya mandiri dan harus bekerja keras hingga akhirnya mama dan beberapa adik saya juga memeluk agama Islam. Keinginan saya memiliki keluarga yang hangat dan saling mendukung terkabul,” kata Murniati.

Di Tazkia juga, kata Murniati, mualaf yang dijauhkan oleh keluarganya karena memeluk Islam diberikan pembinaan spiritiual ilmu agama Islam. Beragam pembinaan yang dilakukan kepada kelompok mualaf ini diantaranya, Tahsin yaitu memperbaiki bacaan Alquran, Tahfis menjadi penghafal Alquran dan tarjama serta Tafsir.

“Ada Tausiah juga setiap Jumat dengan menyampaikan bisnis syariah, fiqih dan lainnya di kampus Tazkia. Untuk dhuafa juga ada pembinaan, yang mana akidahnya lebih utama dibangun, dengan proses yang panjang baru dilanjutkan dengan pembinaan ekonomi syariah,” sebut Murniati.

Tidak hanya itu, perempuan yang sangat meminati kajian standar akuntansi keuangan syariah internasional ini menyebutkan bahwa STEI Tazkia yang dipimpinnya berusaha mendidik dan menghasilkan generasi muslim yang memiliki kompetensi dan komitmen untuk berbisnis dan berkreasi dengan tetap menjaga kesucian input, kesucian proses, dan kesucian output.

“Dengan semangat growing and purifying ini InsyaAllah Umat Islam mampu berjaya dalam bidang ekonomi dan bisnis. Dan Tazkia ini lembaga pendidikan yang unggul dalam bidang ekonomi, keuangan dan manajemen syariah melalui sistem pendidikan yang Islami dan berwawasan rahmatan lil alamin,” sebutnya.

Profil Dr Murniati Mukhlisin MAcc

Murniati memiliki pengalaman kerja di bidang perbankan, keuangan dan layanan TI yaitu Unibank – Jakarta, Ernst & Young – Kuala Lumpur, dan ANSI Berhad – Selangor, Malaysia.

Murniati memulai karirnya sebagai dosen di Akuntansi dan Keuangan Islam pada tahun 2002 dan dia saat ini bersertifikat Akuntansi Islam.

Dia menjadi Staf Afiliasi di Universitas Glasgow setelah menyelesaikan PhD pada tahun 2014 dan kemudian bergabung dengan Essex Business School, University of Essex, Colchester, UK dari 2015 hingga 2017.

Dia juga duduk di Dewan Penasihat Editorial untuk Jurnal Emerald Akuntansi Islam dan Riset Bisnis. Dia bekerja pada perspektif kritis penelitian di bidang pelaporan keuangan, akuntansi Islam, perbankan dan keuangan Islam, dan literasi keuangan Islam.

Murniati juga seorang pembicara dan motivator publik. Bersama dengan suaminya, Luqyan, Murniati menulis sebuah buku inspirasional bernama Sakinah Finance yang berbicara tentang keuangan keluarga Islam.

Mereka melakukan beberapa talkshow dan pelatihan berdasarkan Sakinah Finance di beberapa kota di Indonesia, UEA, Inggris, AS, Kanada, Jepang, Turki, Jerman, Qatar, Arab Saudi, Australia, Brunei Darussalam, Prancis, Malaysia, dan Mesir.

Dia juga seorang penulis aktif di Republika, Majalah MySharing, Islampos, Suara Islam, Hidayatullah, Majalah Gontor, detik.com, dan Kompas. Dia juga melakukan bisnis rumahan dengan anak-anaknya di bawah payung Tamanni Shop.