oleh

Susah Payah Dibangun dengan Dana Rp1,2 Triliun, Stadion Utama Riau Malah tak Terawat

Pintu gerbang Main Stadion Riau

PEKANBARU – Stadion Utama Riau yang sudah susah payah dibangun dengan dana yang mencapai Rp1,2 triliun, saat ini kondisinya memprihatinkan. Bukan hanya di bagian dalam, namun di luar sebagian juga sudah rusak.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau Noviwaldy Jusman, menyayangkan minimnya perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terhadap stadion kebanggaan masyarakat Bumi Lancang Kuning, Stadion Utama Riau itu.

banner 300x250

Ia mengatakan, stadion tersebut sudah susah payah dibangun. Namun, upaya perawatan dan pemeliharaan yang dilakukan Pemprov minim. Akibatnya, saat ini kondisi stadion berkapasitas 44.000 penonton tersebut sangat memprihatinkan.

“Saya sangat menyayangkan. Padahal kita sudah susah payah membangun, bahkan sampai harus melunasi utang stadion ini. Tapi kenyataannya begini, tak dirawat dan dibiarkan,” kata politisi Demokrat ini, Jumat (1/2/2019).

Untuk itu, politisi yang akrab disapa Dedet ini meminta agar pihak Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera melakukan perbaikan.

Sebab, lanjut Dedet, beberapa bagian gapura Stadion Utama Riau tersebut rusak parah dan rontok. Sehingga jika dibiarkan, dikhawatirkan akan melukai pengendara yang lewat.

“Kita minta Dispora dan PUPR untuk segera melakukan tindakan antisipasi dan perbaikan. Bagian gapura itu berbahaya dan bisa memakan korban jiwa,” terangnya.

Lebih lanjut, Dedet mengaku mulai memikirkan agar stadion yang dibangun pada perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 tersebut untuk dikelola pihak ketiga.

“Langkah ini diupayakan dapat membantu, karena stadion ini kan kebanggaan Riau, levelnya internasional. Kenapa tidak dipromosikan dan dipakai untuk iven besar. Daripada terbengkalai, lebih baiknya kita pikirkan untuk dikelola pihak ketiga,” tutupnya.

Sebelumnya, kondisi Stadion Utama Riau di Jalan Naga Sakti, Kota Pekanbaru, sangat memprihatinkan. Selain gapura utama yang rusak parah, bangku penonton pun berdebu. Bahkan, beberapa waktu terakhir, stadion yang pernah menjadi tempat penyisihan Grup AFC U-22 ini sudah jarang digunakan untuk pertandingan sepakbola.