oleh

Teknik Kultur Aerohydro yang Diterapkan BRG Mampu Tingkatkan Hasil Pertanian di Lahan Gambut Siak

Profesor Mitsuru Osaki dari Universitas Hokaido Jepang meninjau lokasi riset di Kabupaten Siak yang bekerjasama dengan BRG.

SIAK SRI INDRAPURA – Kabupaten Siak di Provinsi Riau jadi daerah percontohan metodologi kultur aerohydro melalui mikroba agar lahan gambut tetap basah meskipun kemarau, oleh Badan Restorasi Gambut (BRG). Teknologi tersebut merupakan hasil penelitian dari LIPI, KLHK, dan Profesor Mitsuru Osaki dari Jepang.

Profesor Mitsuru Osaki dari Universitas Hokaido Jepang mengatakan, untuk melestarikan dan meningkatkan manfaat lahan gambut di Kabupaten Siak, diterapkan melalui teknologi kultur aerohydro. Selain meningkatkan ekosistem gambut melalui mikroba, juga meningkatkan produktifitas tanaman yang ada di lahan gambut.

banner 300x250

“Mikroba digunakan untuk membuat gambut tetap basah. Sehingga dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kebakaran. Selain itu, bisa mengurangi penggunaan pupuk konvensional yang biasa digunakan petani untuk menyuburkan tanaman di lahan gambut, khususnya kelapa sawit,” kata Osaki kepada Kelompok Tani Buatan Lestari dikutip GoRiau.com.

Menurutnya, saat ini bagaimana memperoleh ketinggian permukaan air tanah di lahan gambut harus dijaga agar tidak sampai lebih dari 40 cm di bawah permukaan gambut (Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2016).

“Mikroba yang digunakan nantinya untuk menyerap pupuk lebih banyak oleh akar tanaman. Sehingga penggunaan pupuk tidak banyak lagi dan bisa lebih hemat lagi. Biasanya pupuk yang ditebar tidak diserap secara baik oleh tanaman, tapi dengan teknologi ini pupuk terserap dengan baik dan tanah gambut tetap terjaga kelembapannya,” ungkap Osaki, Senin (4/2/2019).

Badri dari Kelompok Tani Buatan Lestari mengakui, saat teknologi kultur aerohydro diterapkam dikelompoknya mampu menghasilkan hasil panen sawit yang memuaskan. Bahkan tanah gambut tetap basah meskipun air disekelilingnya dalam kondisi kurang.

“Produksi hasil tanaman bisa meningkat dua kali lipat dengan teknologi ini. Penggunaan pupuk juga tidak sebanyak sebelumnya. Tanah gambut pun tetap terjaga kesuburannya tanpa mengakibatkan kerusakan,” jelas Badri.

Pemerintah Kabupaten Siak sangat mendukung kultur aerohydro, yang mendukung program Siak Hijau. Sehingga mampu memperbaiki gambut yang sudah rusak dan dapat membuat tanaman di atasnya tumbuh dengan hasil yang maksimal.