oleh

Delapan Daerah di Riau Dapat Bantuan Sumur Bor dari Badan Geologi KESDM, Siak Paling Banyak

Bantuan sumur bor air tanah dalam dari Badan Geologi KESDM RI diwakili Sahid Junaidi (kiri) disaksikan Anggota DPR RI Komisi VII Sayed Abubakar Assegaf di Kampung Sialang Sakti, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Senin (11/2/2019).

SIAK SRI INDRAPURA – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia menyerahkan bantuan sumur bor air tanah untuk delapan kabupaten/kota di Provinsi Riau sebanyak 25 unit titik sumur. Delapan daerah itu meliputi Kabupaten Siak, Kampar, Kuantan Singingi, Rokan Hulu, Indragiri Hulu, Pelalawan, Kepulauan Meranti, dan Kota Pekanbaru.

Diungkapkan Pejabat Inspektur II di Inspektorat Jenderal di Kementrian ESDM RI, Sahid Junaidi SKom MM, bahwa program penyediaan air bersih melalui pengeboran air tanah dalam sudah dimulai sejak awal tahun 2005 sampai 2018, sebanyak 2.288 unit. Sumur bor yang telah dibangun dapat melayani kurang lebih 6,6 juta jiwa masyarakat daerah sulit air bersih yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

banner 300x250

“14 unit yang dibangun di Provinsi Riau dan diserahkan hari ini, memiliki spesifikasi teknis kedalaman 126 meter, debit 0,6 sanpai 2,2 liter/detik. Dengan konstruksi pipa besi galvanis diamater 6 inchi, pasokan listrik dari genset dengan kapasitas 10 kVA=8 kWatt,” kata Sahid kepada GoRiau.com, disela-sela penyerahan secara simbolis di Kampung Sialang Sakti, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Senin (11/2/2019).

Sumur bor ini, lanjutnya, menggunakan pompa selam (submersible) 3 PK, dan dilengkapi dengan rumah genset, rumah pompa, dan bak penampungan air berkapasitas 5.000 liter. Sumur bor ini mampu melayani kebutuhan air bersih sampai dengan 1.886 jiwa.

Pada tahun 2018 di Provinsi Riau, telah selesai dibangun sebanyak 25 unit sumur bor dan yang diserahkan hari ini ada 14 unit sumur bor yang tersebar di Kabupaten Siak di Kampung Sialang Sakti dan Kampung Dayun (Kecamatan Dayun), Kelurahan Samsam (Kecamatan Kandis), Kampung Delima Jaya (Kecamatan Kerinci Kanan), Kelurahan Perawang (Kecamatan Tualang), Kampung Benteng Hulu (Kecamatan Mempura), Kampung Rempak (Kecamatan Sabak Auh).

Di Kota Pekanbaru di Desa Kulim (Kecamatan Tenayan Raya) dan Kelurahan Lembah Sari (Kecamatan Rumbai). Kabupaten Rokan Hulu di Desa Batang Kumu, Desa Bangun Jaya, Kelurahan Tembusai Tengah (Kecamatan Tambusai), Desa DK4 (Kecamatan Tembusai Utara). Kabupaten Kepulauan Meranti di Desa Tanjung Peranap (Kecamatan Tebing Tinggi Barat).

“Seiring dengan keberhasilan program ini dalam mengentaskan permasalahan air bersih di daerah sulit air, Kementerian ESDM yang didukung oleh DPR RI Komisi VII sebagai mitra kerja, berupaya terus menambah anggaran program ini agar dapat menjangkau masyarakat di daerah sulit air yang lebih banyak,” ujar Sahid didampingi Anggota DPR RI Komisi VII Sayed Abubakar Assegaf.

Dimana jumlah daerah sulit air bersih di Indonesia termasuk di Provinsi Riau, sambungnya, baik karena langkanya sumber air bersih atau karena kualitasnya yang kurang baik, masih cukup banyak, yang ditandai dengan masih banyaknya permintaan bantuan sumur bor air tanah dalam dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Penyerahan sumur ini menandakan bahwa sumur bor yang telah dibangun pada tahun 2018, sebanyak 7 unit di Kabupaten Siak, 2 unit di Kotamadya Pekanbaru dan 4 unit di Kabupaten Rokan Hulu, dan 1 unit di Kabupaten Kepulauan Meranti, dapat secara penuh digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih,” ungkap Sahid.

Selain itu, dijelaskannya, peresmian ini juga sebagai sosialisasi kepada masyarakat bahwa pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian ESDM, bekerjasama dengan pemerintah daerah dan didukung oleh DPR RI (Komisi VII) memiliki program yang pro terhadap kesejahteraan masyarakat, yaitu pengentasan daerah sulit air bersih melalui pengeboran air tanah dalam. Dimana beberapa daerah di wilayah Provinsi Riau masih mengalami permasalahan penyediaan air bersih karena kondisi alamnya.

“Total 25 unit sumur yang sudah dibangun tahun 2018, yaitu Kabupaten Siak (7 unit), Kampar (3 unit), Kuantan Singingi (2 unit), Rokan Hulu (5 unit), Indragiri Hulu (1 unit), Pelalawan (4 unit), Kepulauan Meranti (1 unit), dan Kota Pekanbaru (2 unit),” jelas Sahid didampingi 

Sementara itu untuk 11 unit sumur bor yang belum diserahkan Badan Geologi KESDM RI di Provinsi Riau akan dipusatkan di Kabupaten Pelalawan 21 Februari 2019 mendatang.