oleh

Karhutla Kian Meluas, DPRD Riau: Pelaku Pembakar Lahan Harus Ditindak Tegas

PEKANBARU – Memasuki akhir Februari, sebanyak 32 titik panas terdeteksi di beberapa daerah di Riau. Diantaranya Bengkalis, Kota Dumai, Pelalawan, Rokan Hilir (Rohil), Siak, dan Indragiri Hilir (Inhil).

Menanggapi banyaknya jumlah titik panas yang semakin bertambah tersebut, Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau, Noviwaldy Jusman mengatakan, bahwa pihaknya bersama Komisi I yang membidangi hukum akan menindak tegas para pelaku pembakar lahan. 

banner 300x250

“Kemaren sudah ada pembakar lahan yg tertangkap dan sedang diproses, sehingga kita tahu perusahaan mana pelakunya. Didenda Rp1 triliun juga untuk menimbulkan efek jera,” kata politisi yang akrab disapa Dedet ini di Pekanbaru, Senin (25/2/2019). 

Ia menambahkan, hukuman kepada pelaku pembakar lahan juga sama. Baik itu perusahaan, maupun masyarakat biasa.

“Kita tidak akan membela pembakar hutan, baik itu masyarakat dan pengusaha. Yang salah akan diproses hukum,” terangnya.

Sebelumnya, ‎luas lahan yang terbakar di beberapa daerah di Riau sejak awal Januari hingga saat ini paling luas di Bengkalis yaitu 742,5 ha. Di Rokan Hilir‎ 118 ha, Dumai 53 ha, Kepulauan Meranti 20,4 ha, Pekanbaru 17,51 ha, Siak 30 ha, serta Kampar 15 ha.

Luasnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) ini bahkan membuat TNI Angkatan Udara dari Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru mengerahkan satu unit pesawat Casa 212 untuk hujan buatan. Langkah itu diambil untuk membantu tim Satgas Darat yang kesulitan mencari sumber air di lokasi kebakaran.

Mabes TNI AU turut mengerahkan dua unit Helikopter jenis Super Puma untuk keperluan pengiriman pasukan ke lokasi titik api. Saat ini, sebanyak 100 prajurit Komando Strategi Angkatan Darat (Kostrad) turut diturunkan ke Pulau Rupat. Prajurit TNI dari satuan Yonarmed 10 Kostrad telah mulai bekerja untuk mengatasi kebakaran di sana.