oleh

Massa yang Hadiri Kampanye Jokowi di Dumai Diduga Berasal dari Luar Daerah, Ini Kata TKD Riau

Suasana kampanye akbar Jokowi di Kota Dumai

PEKANBARU – Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Provinsi Riau, Idris Laena angkat bicara terkait kabar yang beredar bahwa massa yang menghadiri kampanye Jokowi di Dumai, berasal dari luar daerah. Politisi Golkar ini mengklaim, massa yang hadir pada kampanye akbar Jokowi di Bukit Gelanggang Kota Dumai, Provinsi Riau, merupakan kader partai-partai pendukung.

“Kader yang dihadirkan adalah sepenuhnya masyarakat yang ada di Dumai dan sekitarnya. Koalisi Indonesia Kerja yang ada di Dumai, sudah diberi tanggung jawab sesuai proporsi masing-masing,” jelas Laena kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Rabu (27/3/2019).

banner 300x250

Soal mobil plat luar, lanjutnya, merupakan hal yang biasa. “Jika memang ada, saya kira biasa saja. Mobil adalah alat angkut yg bisa gunakan orang dimana saja. Saya sendiri Ketua TKD Riau, tapi menggunakan Mobil Plat B di Riau,” terangnya.

Idris Laena juga menuturkan, secara logika, tidak mungkin pihaknya mendatangkan masyarakat dari luar, padahal Jokowi sendiri sedang kampanye di Riau.

“Tidak mungkin kami mendatangkan orang yang akan mencoblos di luar Provinsi Riau. Yang jelas, kampanye Jokowi di Kota Dumai membuktikan bahwa masyarakat Riau, sangat antusias ingin memenangkan 01,” tukasnya.

Sebelumnya, status akun Windi Astoria menyebutkan massa yang meramaikan kampanye di Dumai merupakan masyarakat Sumatera Utara (Sumut), viral di media sosial.

“Siang tadi Dumai mendadak menjadi kota Wisata. Puluhan mobil pariwisata terparkir disisi jalan, ternyata membawa ribuan massa dari luar Kota Dumai untuk menghadiri kampanye akbar 01#jokruf,” tulis Windi dalam postingan videonya.

Ia juga mengunggah sejumlah orang dengan muka sengaja diblur, yang tengah menikmati makan siang. Status tersebut sudah dibagikan sekitar 341 kali, dan disukai ratusan netizen.

Terlihat dari postingan, deretan mobil-mobil baik bus, minibus dan kendaraan pribadi, rata-rata dengan plat nomor BK bukan BM. Para netizen pun menduga, sejumlah massa tersebut sengaja didatangkan dari Sumut.