oleh

Kampanye Negatif Uni Eropa Tekan Harga CPO

PEKANBARU – Penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Riau terjadi karena adanya sentimen negatif dari Uni Eropa terhadap minyak nabati dari kelapa sawit.

“Pasar juga masih menanti akhir perundingan dagang antara AS dan China, hal ini juga bisa menjadi sentimen negatif karena China akan meningkatkan permintaan minyak kedelai dari AS,” kata Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau Tengku Neni Mega Ayu di Pekanbaru, Selasa (23/4/2019).

banner 300x250

Di samping itu, kata Tengku, momentum jelang Ramadhan yang umumnya bisa mendorong harga CPO naik, karena ada pembelian untuk pasokan, namun tahun ini dirasa belum cukup kuat.

“Semoga ada perbaikan harga minggu depan,” ujarnya.

Ia membeberkan, bahwa harga TBS kelapa sawit di Provinsi Riau pada periode 24-30 April 2019, mengalami penurunan pada setiap kelompok umur kelapa sawit dengan jumlah penurunan terbesar dialami oleh kelompok umur 10-20 tahun sebesar Rp24,37 per kilogram.

“Terjadi penurunan harga mencapai 1,61 persen dari harga minggu lalu, sehingga harga TBS periode saat ini menjadi Rp1.488.36 per kg,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, bahwa penurunan harga TBS periode ini disebabkan oleh turunnya harga jual CPO dan kernel dari seluruh perusahaan sumber data.

Di mana, untuk harga jual CPO di PTPN V mengalami penurunan sebesar Rp143,75 per kg, Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan harga sebesar Rp163,63 per kg, Asian Agri Group mengalami penurunan harga sebesar Rp151,46 per kg, dan PT Citra Riau Sarana mengalami penurunan sebesar Rp130,67 per kg dari harga minggu lalu.

Sedangkan untuk harga jual kernel, Asian Agri Group mengalami penurunan sebesar Rp101,00 per kg dan PT Citra Riau Sarana mengalami penurunan sebesar Rp213 per kg dari harga minggu lalu.

“Pekan ini harga CPO Rp6.874,86 dan harga kernel Rp3.898,14,” imbuhnya.