oleh

STIP Jakarta Bekerjasama Dengan Dishub dan KSOP Gelar Diklat Pemberdayaan Tahun 2019

SELATPANJANG – Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta bekerjasama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kepulauan Meranti dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Selatpanjang menggelar Diklat Pemberdayaan Tahun 2019 bertempat di Afifa Sport Cente, Selatpanjang Rabu (24/4/2019).

SELATPANJANG – Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta bekerjasama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kepulauan Meranti dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Selatpanjang menggelar Diklat Pemberdayaan Tahun 2019 bertempat di Afifa Sport Cente, Selatpanjang Rabu (24/4/2019).

banner 300x250

Kegiatan dibuka oleh Bupati Kepulauan Meranti yang diwakili Asisten III Setdakab Kepulauan Meranti H Rosdaner SPd. Diklat ini juga dihadiri oleh Koordinator Diklat Pemberdayaan Masyarakat STIP Jakarta Pande Siregar, Kadishub Kepulauan Meranti Aready, perwakilan KSOP, dan sejumlah pejabat dan instansi vertikal.

Asisten III Setdakab Kepulauan Meranti Rosdaner mewakili Bupati Kepulauan Meranti menyampaikan apresiasi atas digelarnya kegiatan ini dalam rangka upaya menciptakan sumberdaya manusia di bidang transportasi laut. Hal ini juga mengingat bahwa Kepulauan Meranti merupakan daerah Kepulauan yang dikelilingi Laut.

“Diklat ini merupakan upaya yang sangat tepat serta sangat dibutuhkan masyarakat maritim di Kepulauan Meranti,” ungkapnya.

Dikatakan Rosdaner Diklat ini adalah yang pertama dilaksanakan di Kepulauan Meranti. “Kami ucapkan terimakasih dan apresiasi setinggi-tinginya kepada STIP Jakarta yang menjalin kerjasama peningkatan sumberdaya Manusia transportasi laut.

Dirinya juga mengapresiasi KSOP kelas empat Selatpanjang dan Dishub kepulauan Meranti yang telah merekrut para peserta Diklat yang hadir.

Dirinya berharap melalui Diklat ini setiap peserta memperoleh sertifikat BST Kapal Layar Mesin (KLM) sebanyak 300 orang dan BST Niaga yang dapat digunakan untuk bekerja di kapal-kapal. “Yang pada akhirnya dapat meningkatkan penghasilan hidup masyarakat.” pungkasnya.

Sementara itu Pande Siregar saat diwawancara mengatakan bahwa ada dua Diklat yang dilaksanakan pada hari ini yaitu Diklat BST (Basic Safety Training) Kapal Layar Mesin (KLM) sebanyak 300 orang dan BST Niaga sebanyak 400 orang. “Tujuannya adalah untuk memberikan pembelajaran tentang safety penyelamatan di laut, pemadaman kebakaran,” ujar Pande.

Dikatakan Pande Diklat ini ditujukan untuk masyarakat Meranti yang direkrut oleh KSOP dan Dishub Kepulauan Meranti. “Ini sebenarnya program dari Presiden melalui kementrian perhubungan kemudian diteruskan kepada kami UPT Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran,” ungkapnya.

Dikatakannya Diklat ini diikuti para peserta secara gratis selama 14 hari. Pande mengatakan bahwa kegiatan ini sudah dilakukan di Natuna, kabupaten Bengkalis, Anambas, dan Tanjung Balai Karimun.

Dirinya juga berharap ke depan program ini tetap bisa dilakukan khusus di Kabupaten Kepulauan Meranti dengan orientasi peningkatan sumberdaya manusia yang syarat dengan potensi laut yang luar biasa.

“Mudah-mudahan tahun depan program ini masih jalan, yang jelas target kami tahun ini 13.000 (orang),” ungkapnya.