oleh

Posko Pengungsian Korban Kabut Asap di Siak Ditutup, Kadiskes: Jangan Ikut Mengatur

SIAK SRI INDRAPURA – Posko pengungsian untuk korban kabut asap di gedung Tengku Maharatu, Siak, Riau, Kamis (19/9/2019) sekitar pukul 17.00 WIB sudah terkunci dari luar alias tutup karena tim medis yang bertugas di sana izin berjamaah untuk pulang mandi dan salat magrib.

Izin secara bersamaan tim medis dan meninggalkan posko dalam keadaan terkunci ini diakui Kadis Kesehatan Kabupaten Siak, dr Tonni Chandra saat dikonfirmasi GoRiau.com, sekitar pukul 17.31 WIB.

banner 300x250

“Tadi dokter yang jaga ikut Tour de Siak, saya cari ganti yang jaga. Ada yang jaga, saya tanya dia sholat. Sehabis magrib ada yang jaga. Sekarang dia pergi salat dan mandi,” jawab dr Tonni dalam pesan WhatsApp nya sekitar pukul 18.51 WIB.

Saat ditanyakan kenapa tim medis yang bertugas tidak bergantian izin meninggalkan posko pengungsian itu, Kadis Kesehatan Siak ini malah mengingatkan wartawan yang mengkonfirmasi untuk tidak ikut mengatur soal itu. “Jangan ikut mengatur,” jawabnya lagi.

Perihal tutupnya Posko Pengungsian korban kabut asap di Gedung Tengku Mahratu ini diketahui GoRiau.com dari seorang ibu hamil yang mengalami sesak nafas dan ingin mengungsi ke sana.

Tiba disana ibuk hamil itu mengaku kecewa melihat posko terkunci dari luar. Dia tidak menyangka posko yang dibuka untuk melayani masyarakat itu malah sengaja ditutup petugasnya dengan dalih pergi mandi dan salat.

“Katanya untuk masyarakat yang ingin mengungsi posko ini dibuat, tapi sampai di sini poskonya malah terkunci dari luar,” kata Wida kepada sejumlah wartawan yang sedang meliput kegiatan iven Tour de Siak 2019, Kamis (19/9/2019) sore sekitar pukul 17.00 WIB.

Wida yang tengah hamil lima bulan itu memang banyak mengisi aktifitas di luar ruangan, karena tuntutan profesi yang dipilihnya. Namun selama di luar ruangan dia tetap mengenakan masker agar tidak langsung terhirup kabut asap.

“Sebenarnya dari kemarin saya tidak terlalu sesak, tetapi hari ini kabut asap cukup tebal dan saya juga harus bekerja di luar ruangan. Kalau tim medisnya ga siap standby, ga perlu diberitakan kalau di sini ada posko,” kata Wida yang juga mengaku tenggorokannya sudah mulai sakit.