oleh

Belajar dari Youtube, Muslim Ubah Lahan Kosong Jadi Destinasi Wisata Unggul di Pekanbaru

PEKANBARU – Warna-warni bunga menyejukan mata bagi siapa saja yang melihatnya. Berjarak 30 menit dari pusat kota Pekanbaru, pemuda di Desa Okura, Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, menyulap dua hektar lahan kosong menjadi destinasi wisata unggulan di Kota Madani.

Belajar dari Youtube, Muslim bersama 25 pemuda di desanya membuat sebuah gagasan, supaya desanya menjadi magnet bagi pelancong lokal dan luar daerah. Semilir angin yang berhembus dari pinggir Sungai Siak, membuat bunga-bunga yabg ada membius mata yang melihatnya.

banner 300x250

Taman Bunga Impian Okura, sebuah nama yang mewakili mimpi pemuda yang dikomandoi oleh Muslim. Kata ‘impian’ disematkan diantara bunga dan okura, mewakili harapan pemuda di sana yang bisa mewujudkan tempat wisata asri dan alami yang ramai dikunjungi di Pekanbaru.

Ide membuat taman bunga impian ini, tercetus pada April 2017 silam, dengan tekad dan semangat yang besar, Muslim yang bersama pemuda lainnya bekerja sama tanpa modal yang besar. Kini, taman yang mempunyai impian dari pemuda, kini ramai dikunjungi warga Pekanbaru dan sekitarnya saat akhir pekan.

“Bibit bunga dan pupuknya merupakan swadaya masyarakat tempatan. Setiap harinya bunga ini kita rawat dan siram dari air Sungai Siak. Merawatnya, memang butuh waktu ekstra. Untuk itu, kita bekerja sama di sini bergotong royong,” kata Muslim.

Jarak tempuh sekitar 30 menit dari pusat kota. Melewati Jembatan Siak IV, lalu masuk dari Danau Buatan, Jalan Pramuka, lalu ke Jalan Danau Buatan. Dari sana, pengunjung diarahkan belok ke kanan, terus hingga bertemu simpang tiga belok ke kiri ke Jalan Raya Panjang Okura. Nantinya, pengunjung dapat melihat adanya plang petunjuk arah yang menyebut taman bunga. Nah, lokasinya berada di sebelah kanan.

“Uang yang kami dapat untuk perawatan bunga dan kebersihan. Tiket masuknya Rp5.000. Selain itu kami buat fasilitas, seperti rumah pohon, musala, toilet. Rencana juga mau nambah luas lahan. Khusus pada Hari Jumat, para pemuda di sana akan menggunakan baju teluk belanga lengkap dengan kain songket. Selain melestarikan budaya Melayu, di Riau pada hari Jumat memang disarankan memakai pakaian ini,” ungkapnya.

Gubenur Riau, Drs H Syamsuar MSi, Hari Minggu (29/9/2019) sore menyempatkan melihat keindahan aneka ragam bunga bersama Sekdako Pekanbaru M Nur. Dirinya sangat mengapresiasi kreatifitas yang dilakukan pemuda di desa tersebut.

“Pemuda di sini memanfaatkan barang bekas didaur ulang untuk digunakan sebagai batu bata. Sungguh kreatif dan bisa menjadi contoh bagi pemuda di daerah lainnya. Apalagi, wisatawan mancanegara sudah pernah datang ke sini dan bisa mempromosikannya saat kembali ke daerah asalnya,” jelas Syamsuar kepada GoRiau.com, Senin (30/9/2019).