PEKANBARU – Aplikasi Gojek kini meluncurkan serangkaian fitur bernama Gojek SHIELD untuk meningkatkan standar keamanan, terutama bagi pelanggan perempuan. Memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan, serta dioperasikan oleh tim keamanan digital kelas dunia, Gojek SHIELD berusaha memastikan keamanan dari sebelum memulai perjalanan, selama perjalanan dan pada saat darurat.
Fitur ini diantaranya mampu melakukan penyamaran nomor telepon – baik pelanggan maupun driver, fitur membagikan perjalanan, serta tombol darurat yang terhubung dengan Customer Care dan Unit Darurat yang siaga 24/7 dan mengadopsi perspektif korban. Fitur ini akan ditampilkan saat pelanggan memesan layanan aplikasi Gojek.
“Fitur ini sangat penting mengingat 55% dari total perjalanan GoRide dan GoCar di malam hari dilakukan oleh pelanggan perempuan. Kami berupaya ekstra keras melebihi standar industri guna memastikan keamanan bagi perempuan terutama di malam hari,” ujar SVP Transport Marketing Gojek, Monita Moerdani melalui keterangan persnya, Sabtu, (14/3/2020).
Selain menyediakan teknologi keamanan tersebut dalam aplikasinya, Gojek pun berinisiatif melakukan serangkaian upaya di luar aplikasi melalui pilar proteksi dan edukasi.
Wujud dari kedua pilar tersebut adalah peluncuran Zona Aman Bersama Gojek dan pelatihan mitra menjadi active bystander, dimana akan ada ratusan shelter atau titik jemput Gojek di berbagai lokasi di Indonesia. Titik jemput ini akan berada di keramaian atau lokasi strategis, lengkap dengan penerangan yang memadai dan kursi tunggu, disertai materi edukasi publik untuk mensosialisasikan ruang publik aman bagi perempuan.
“Banyak insiden terkait keamanan yang terjadi pada perempuan di ruang publik karena kurangnya ruang publik yang ramah perempuan dan kesadaran publik akan kekerasan seksual. Sebagai perusahaan karya anak bangsa, kami terus berinvestasi untuk meningkatkan rasa aman, diantaranya menjadikan shelter kami sebagai ruang ramah perempuan serta menjadikan mitra driver kami sebagai active bystander untuk menciptakan budaya aman di ruang publik,” terangnya.
Sementara, untuk menyiapkan mitra driver menjadi active bystander, Gojek sejak tahun 2019 telah bekerjasama dengan Hollaback Jakarta, sebuah lembaga swadaya masyarakat di bidang kesetaraan gender, untuk mempelopori pelatihan active bystander lewat Bengkel Belajar Mitra bagi mitra GoRide dan GoCar. Kerjasama juga dilakukan dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) dan LSM lainnya, untuk menghadirkan keamanan bagi perempuan, khususnya di luar aplikasi.
Pelatihan secara tatap muka yang menggandeng berbagai pihak tersebut, telah Gojek jalankan di 8 kota. Di saat bersamaan, materi edukasi juga disampaikan secara online melalui aplikasi mitra driver.
“Kami mengerti bahwa masyarakat kadang ragu untuk menolong korban kekerasan seksual di ruang publik karena tidak mengerti cara untuk membantunya. Oleh karena itu, kami mensosialisasikan cakupan kekerasan seksual di ruang publik serta cara untuk memeranginya lewat materi edukasi yang terdapat di Zona Aman Bersama Gojek, di situs gjk.id/perempuanaman, serta media sosial kami. Kami berharap dengan berbagai inisiatif ini ruang publik akan semakin ramah dan aman untuk perempuan,” ungkap Monita.




