oleh

Diasuh Anak Perempuannya, Pasutri di Meranti Ini Sakit dan Tinggal di ‘Rumah Tua’

SELATPANJANG – Pasangan Suami Istri (Pasutri) Tanain dan Andik Fatimah warga Jalan Manggis, Gang Buntu, Kelurahan Selatpanjang Kota sudah lama menderita sakit. Pasutri yang tinggal disebuah rumah tua dalam kondisi reyot itu hanya diasuh oleh seorang anak perempuan bungsunya yang sudah janda yang bernama Salmah bersama kedua Balita yang berumur 5 dan 2 tahun.

Salmah bercerita, kedua orangtuanya sudah puluhan tahun menderita sakit, ayahnya sakit Rematik dan ibunya yang mengalami Katarak sangat membutuhkan uluran tangan para donatur. Keduanya hanya bisa terkapar di tempat tidur.

banner 300x250

“Mereka sakit sudah sangat lama dan tidak bisa bergerak kemana-mana,” ujar Salmah.

Walaupun sudah mendapatkan bantuan konsumtif bulanan dari Baznas dan sudah didata untuk mendapatkan BLT dari Kemensos, keluarga ini juga mengharapkan bantuan untuk memperbaiki rumahnya yang sudah lapuk dan ketika hujan tiba, air menetes dari segala lubang atap rumahnya.

“Rumah kami sudah lapuk semua. Ketika hujan tiba kami merasa sangat susah sekali, air mengalir dan menetes dari segala lubang, karena atap sudah bocor semua,” ungkap Salmah

Salmah juga mengatakan jika dia menginginkan rumah yang bagus agar kedua orangtuanya lebih nyaman meskipun dalam keadaan sakit, namun apakan daya, jika semua anggota keluarga yang diharapkan juga dalam kondisi susah.

“Kami semuanya sebenarnya ada lima orang kakak beradik dan saya termasuk anak yang kelima dari lima bersaudara tersebut, akan tetapi empat dari saudara saya itu tidak berada di Selatpanjang semuanya di luar kota. Mereka juga kehidupannya susah sama seperti kami, jangankan mau mengirim bantuan untuk kehidupan mereka saja susah, saya tau itu,” ungkap Salmah.

Camat Tebingtinggi, Rayan Pribadi SH yang mendapatkan informasi ini langsung menelpon Lurah Selatpanjang dan mendatangi rumah keluarga tersebut, Sabtu (16/5/2020) malam.

Setelah melihat kondisi dan keadaan keluarga tersebut, Camat Tebingtinggi itu akan segera menggandeng donatur dan menggalang dana untuk membantu membedah rumah tidak layak huni (Rutilahu) keluarga miskin tersebut.

“InsyaAllah kita akan menggandeng para donatur yang tidak mengikat dan Baznas untuk membedah rumah keluarga ini. Ditargetkan setelah lebaran,” kata Rayan.

Dikatakan, kondisi keduanya memang dalam keadaan sakit, namun tidak dalam keadaan emergensi tapi sudah uzur.

“Awalnya kita mau merujuk keduanya ke rumah sakit, namun setelah dilihat kondisinya mereka itu uzur dan kita berencana akan membangun rumahnya saja,” ungkap Rayan.

Dikatakan Rayan, saat ini hal yang paling mendesak adalah kenyamanan tinggal keluarga tersebut. Karena untuk memenuhi kehidupan sehari-hari sudah ditopang melalui bantuan bulanan dari Baznas.

“Keluarga ini sudah dapat bantuan konsumtif bulanan dari Baznas dan BLT dari Kemensos. Saat ini yang paling mendesak adalah kenyamanan tinggal, sebab kalau hujan, semuanya basah dan lapuk,” tutur Rayan.

Ketua Karang Taruna Kepulauan Meranti itu juga berjanji dan berkosentrasi terhadap keluarga tersebut agar bisa mendapatkan tempat tinggal yang nyaman.

“Tidak ada laki-laki dewasa yang diandalkan bisa menjaga keluarga ini atau memperbaiki rumah yang lapuk. Makanya kita konsentrasi untuk membedah rumah dan membangun baru. Kita juga akan upayakan penguatan ekonomi keluarga, insyaAllah kami akan mengambil berat kondisi keluarga ini,” pungkasnya.