oleh

Pendonor Antusias, Relawan Peduli Covid-19 Riau Perpanjang Aksi Gerakan 1.000 Kantung Darah

PEKANBARU – Gerakan 1000 Kantung Darah Ramadhan yang digelar oleh Relawan Peduli Covid-19 Riau di Hotel Furaya, Kota Pekanbaru, berhasil mengumpulkan sebanyak 1.406 kantung darah dalam 3 hari terakhir. Hal ini menunjukkan antusiasme masyarakat untuk kemanusiaan sangat tinggi.

Ketua Pelaksana Relawan Peduli Covid-19 Riau, Dirmanto mengatakan bahwa target 1000 kantung darah saat ini sudah tercapai. Meskipun demikian, mengingat antusiasme masyarakat untuk berdonor darah masih tinggi, pihaknya memperpanjang waktu selama 2 hari lagi, sehingga aksi ini yang dimulai tanggal 14 Mei kemarin ini, akan berakhir pada 20 Mei 2020 mendatang.

banner 300x250

“Antusiasme pendonor sangat tinggi. Hari pertama kita mengumpulkan 300 kantung, hari kedua terkumpul 494 kantung dan hari ketiga kita memecahkan rekor dengan jumlah 603 kantung darah dari pendonor sehingga totalnya sudah melebihi target, yaitu 1.406 kantung darah,” jelasnya, Minggu, (17/5/2020).

“Hari ini saja, yaitu hari keempat sudah terkumpul lebih dari 100 kantung pada sore tadi, dan masih akan bertambah sampai batas waktu pukul 22.00 WIB nanti. Melihat antusias ini, kita pun memperpanjang aksi ini hingga 20 Mei,” paparnya.

Dirmanto menyebutkan, aksi Gerakan 1000 Kantung Darah Ramadhan ini digelar untuk membantu ketersediaan darah bagi PMI. Meskipun sempat pesimis, mengingat situasi dan kondisi dimana pandemi virus Corona dan bulan Ramadhan, namun pihak sangat mengapresiasi antusiasme pendonor dan seluruh tim relawan yang telah bekerja sepenuh hati untuk kesuksesan aksi tersebut.

“Jadi yang kami capai bukan targetnya, tetapi bagaimana kami bisa membantu PMI untuk memenuhi kebutuhan darah di PKU. Kebutuhan darah PMI dalam sebulan saja sekitar 5000 kantong, inilah tergerak hati kita untuk membantu dan membuat aksi ini,” pungkasnya.

Sementara itu, ia juga mengatakan selain Gerakan 1000 Kantung Darah Ramadan, Relawan Peduli Covid-19 juga berencana untuk menyumbangkan dua unit Incinerator atau alat penghancur limbah medis kepada Provinsi Riau. Dua unit alat itu diklaim nantinya dapat dipakai untuk menghancurkan seluruh limbah medis yang ada di Riau.