SIAK – Dinilai sangat layak dan tepat, tiga nama dinyatakan lulus sebagai calon sekretaris daerah Kabupaten Siak, yaitu Arfan Usman, Faly Wurendaresto dan Fauzi Asni. Namun dari 3 nama itu hanya 1 nama saja yang akan menduduki jabatan tertinggi ASN itu.
Menentukan satu nama yang akan menjabat Sekda Siak, menjadi hak prerogatif dari Bupati Siak, Alfedri. Tentunya Bupati mempunyai pertimbangan atau kriteria sendiri untuk menentukan salah satu dari 3 nama tersebut.
Sesuai abjad, nama Arfan Usman, Kadis Kominfo Kabupaten Siak berada di urutan pertama. Itu bukan berarti dialah yang paling unggul dari calon Sekda lainnya. Namun nama Arfan Usman kelahiran Siak Sri Indrapura ini sangat populer jika dibandingkan dengan dua calon Sekda lainnya.
Masyarakat Siak tentunya menginginkan jabatan Sekda ini diisi oleh pitra asli Siak seperti Arfan Usman. Apalagi pengalaman kerjanya di Pemkab Siak dinilai dinilai sangat bagus.
Ia pernah menjabat Plt Kepala Dinas Pendidikan pada tahun 2007 selama tujuh bulan. Kemudian menjadi Kepala Dinas Pendidikan selama empat tahun, mulai dari 2007 hingga 2011. Tahun 2012 ia dijadikan sebagai Staf Ahli Bidang SDM Bupati Siak selama satu tahun.
Setelah itu, Arfan kembali dipindahkan untuk menjabat sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB), yakni mulai tahun 2013 hingga 2017. Pada Juli tahun 2017, barulah Arfan menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi, hingga sekarang.
“Jika amanah itu diberikan Bupati Siak kepada kami, tentu kami siap menjalaninya. Kini setiap tahapan seleksi kita ikuti, dengan usaha dan doa yang kita lakukan, hasilnya kita serahkan kepada Allah SWT,” kata Arfan Usman kepada GoRiau.com, Senin (8/6/2020).
Berikutnya, Faly Wurendaresto Kepala Inspektorat Kabupaten Siak. Meski ia bukan putra asli Siak, bukan berarti dia tak layak menjabat Sekda Siak untuk membantu Bupati Siak dalam menjalankan roda pemerintahan.
Integritas Faly, diakui juga oleh beberapa staf dinas inspektorat. Menurut mereka, Faly selalu mempunyai konsep dan konsisten dalam bekerja, sehingga tidak heran jika kariernya gemilang.
“Kami tahu benar cara kerja pak Faly, beliau konsisten, tanggung jawab dan tegas dalam melaksanakan tugas,” ujar salah satu staf yang ada di dinas Inspektorat, yang enggan namanya disebut.
Lulus dari 7 nama yang ikut lelang jabatan Sekda Siak, suatu kebanggan bagi Faly. Ia mengucap syukur atas capaian tersebut.
“Alhamdulillah saya bersyukur bisa lolos 3 nama yang diumumkan Pansel JPT Sekda di Kabupaten Siak. Perasaan senang karena nama saya masuk lolos seleksi dari 7 peserta. Semoga yang terbaik untuk kabupaten Siak,” katanya kepada GoRiau.com.
Calon ketiga, Fauzi Asni, kelahiran Bengkalis. Kepada GoRiau.com, Fauzi mengaku faham betul tugas dan tanggung jawab sebagai Sekda. Sebab, di tahun 2016 silam, ia pernah menjabat sebagai Plh Sekda Siak walaupun hanya beberapa Minggu saja.
Ditambah lagi, pengalaman jabatannya sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat serta Asisten Pemerintahan Kesejahteraan Sosial yang tugasnya membantu pekerjaan Sekda Siak.
Sejak diangkat menjadi ASN, Fauzi memulai tugasnya di Kabupaten Bengkalis, daerah kelahirannya, selanjutnya menjadi staf Camat di Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir dan kembali ke Bengkalis sebagai Staf Tapem di tahun 1996.
Kemudian tahun 1998 dengan jabatan golongan IIIa, Fauzi Asni menjabat sebagai Sekcam Pembantu Kecamatan Tualang hingga menjadi Pj Camat Tualang.
“Tahun 2002, saya menjabat sebagai Kabag penyusunan program Setda Siak, Kabag TU Dinas PU, Kabag Umum Setda, Kabag Pemdes Setda, Plh Camat Pusako dan Kabag adm Pemerintahan Umum Setda Siak hingga 2012,” kata Fauzi yang sempat menjabat Plt Kadis Pemuda dan Olahraga Siak, sebelum menjabat Kadis Pariwisata Siak.
Menurut Fauzi, seorang Sekda itu dituntut harus memiliki kemampuan dan keterampilan dalam mengelola administrasi pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat.
“Beban beratnya adalah mampu menjalankan tugasnya sebagai filter untuk kebijakan pemerintah daerah. Sekda harus memenuhi syarat keterampilan, administratif, dan kemampuan berkomunikasi dengan berbagai pihak,” tuturnya.




