DPRD Pelalawan Minta PT IIS Lepaskan 5 Hektare Lahan untuk Pekuburan di Pangkalan Kerinci

PANGKALAN KERINCI – Komisi I DPRD Pelalawan, Riau, mendesak PT Inti Indosawit Subur (IIS) anak perusahaan Asian Agri untuk melepaskan 5 hektare lahannya untuk pekuburan baru di Kecamatan Pangkalan Kerinci.

Saat ini, lahan pemakaman umum yang ada di Pangkalan Kerinci hanya tersisa 10 hingga 20 meter lagi.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui Dinas Sosial (Dissos) sudah berupaya melakukan pengadaan lahan makam baru, namun terkendala hingga akhirnya ditunda.

“Makanya kita undang perusahaan untuk hadir dalam pertemuan ini, juga Dinas Sosial,” kata anggota Komisi I DPRD Pelalawan, Faizal SE M.Si, Senin (20/7/2020).

Rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar di ruang rapat komisi, dihadiri managemen PT IIS dan Dissos Pelalawan. Dikatakan politisi PAN ini, kondisinya lahan makam umum di sampaing Balai Adat, Pangkalan Kerinci akan habis.

“Tiinggal 15 atau 20 meter lagi. Lahan pemakaman ini sangat dibutuhkan dan tak dapat ditunda-tunda lagi,” ujarnya.

Ia meminta dukungan kepada pihak perusahaan dalam hal ini PT IIS untuk mendukung menyediakan lahan pemakaman baru di Pangkalan Kerinci dengan melepaskan 5 hektare lahannya.

“Kita minta dukungan perusahaan agar perusahaan bersedia melepaskan sedikit lahannya di SP6 untuk lahan pekuburan. Kebutuhan minimal 4 sampai 5 hektare. Karena anggaran kita sangat terbatas,” tandasnya.

Menanggapi hal ini Humas PT IIS, Lindu S mengatakan, lahan yang dikelola oleh perusahaan di sebagian wilayah SP6 adalah berstatus lahan hak guna usaha (HGU).

“Kalau pemerintah ingin memanfaatkannya ya itu kembali ke pemerintah. Kalau ada pemanfaatan lainya harus dikeluarkan dulu dari HGU dan kami tak ada kewenangan. Tentu hal iin akan kami sampaikan ke menjemen,” katanya. *