Pasien Positif Covid-19 di Siak Bertambah 6 Orang, Satu Diantaranya Tenaga Medis RSUD Tengku Rafian

SIAK – Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Siak, Riau per tanggal 22 Juli 2020 bertambah 6 orang, satu diantaranya Tim Medis di RSUD Tengku Rafian Siak.

Hal itu dikatakan Wakil Sekretariat Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Siak, Budhi Yuwono dalam jumpa pers, Rabu (22/7/2020) sore di Mess Pemda Siak.

Selanjutnya, dijelaskan Budhi, dengan bertambahnya 6 orang pasien pasien Covid-19 ini, total keseluruhan mencapai 40 orang dengan rincian, 4 orang sembuh, 36 orang menjalani perawatan di RSUD Tengku Rafian Siak, Rumah Sakit di Pekanbaru.

“Yang dirawat sekarang di RSUD Tengku Rafian Siak ada 17 orang, sisanya di Rumah Sakit Pekanbaru. Penambahan 6 orang ini 1 dari Kecamatan Siak, 4 dari Kecamatan Koto Gasib dan 1 lagi dari Kecamatan Tualang,” kata Budhi kepada GoRiau.com.

Budhi merincikan, 6 orang ini diantaranya ZA (39) perempuan dari Kecamatan Siak yang merupakan tenaga medis di RSUD Tengku Rafian. Yang bersangkutan masih bertetangga dengan pasien dari Dinas Pendidikan Kabupaten Siak.

Selanjutnya dari Kecamatan Koto gasib ada penambahan 4 pasien dengan inisial DNS (57) perempuan, DMS (36) perempuan, DA (45) perempuan ZA (43) perempuan.

“Jadi di Koto Gasib ini dari yang awalnya 5 sekarang terus bertambah menjadi 11 orang. Semua ini merupakan masih tetangga dengan pasien N yang merupakan ASN di Dinas Pendidikan Kabupaten Siak,” sebut Budhi.

Terakhir, kata Budhi, 1 orang lagi dari Kecamatan Tualang yang masuk dalam klaster Palembang dengan inisial HG (20) laki-laki. “Dari 14 orang yang datang dari Palembang untuk bekerja di PT IKPP ini tinggal 1 orang lagi yang hasilnya belum keluar dan masih menjalani karantina di Mess IKPP,” ucap Budhi.

Menurut Budhi, kasus ini akan terus meningkat jika masyarakat tidak dapat menerapkan perilaku disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, jaga jarak, tidak bersentuhan dengan orang lain dan selalu mencuci tangan.

“Melihat perilaku masyarakat sekarang, diperkirakan puncak Covid 19 ini terjadi di bulan Agustus ataupun bulan September. Makanya diharapkan sekali kepada masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Jangan anggap sepele virus yang tidak nampak ini,” katanya.