BANGKINANG – Jembatan Desa Balung di Kecamatan XIII Koto Kampar yang menghubungkan Riau dan Sumatera Barat segera dibangun pada tahun 2022. Jika jembatan ini selesai, diharapkan akan meningkatkan perekonomian kedua daerah.
Camat XIII Koto Kampar, Rahmad Fajri menjelaskan, Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar telah berupaya untuk menuntaskan aspek regulasi dan langkah yang harus ditempuh sebelum dapat merealisasikan pembangunan jembatan Balung sepanjang lebih kurang 100 meter.
Sebut Fajri, Pemerintah Kampar punya keinginan kuat untuk merealisasikan peningkatan ekonomi masyarakat di daerah perbatasan.
Untuk menindaklanjuti usaha menuju pembangunan jembatan di Desa Balung, Fajri selaku Camat telah berkali-kali turun ke desa itu bertemu dengan tokoh masyarakat.
Fajri mengaku, merasa terobsesi untuk dapat membantu masyarakat mewujudkan impian akan hadirnya jembatan yang layak. Sehingga aktivitas masyarakat menjadi lancar seperti tempat-tempat lain di Kampar.
Hanya saja, jelas Fajri, untuk membangun jembatan penghubung ke Balung, perlu dilakukan langkah-langkah khusus, mengingat lokasi pembangunan ini berada di Wilayah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
Kata Fajri, Pemda Kampar telah menjalin kerjasama dengan Kabupaten Limapuluh Kota. “Bupati dengan bupati sudah melakukan Memorandum of Understanding atau MoU,” ujar Fajri, Selasa, 25 Agustus 2020.
Fajri menambahkan, turunan dari telah terlaksananya MoU antar dua pemkab, selanjutnya dilakukan perjanjian di level dinas masing-masing pemda yaitu kesepakatan Perjanjian Kerja Sama (PKS)
“Dalam jangka pendek akan dibuat Detail Engineering Desig (DED),” ungkap dia lagi.
Kemudian, sebut Fajri, setelah semua proses ini dilewati, DED ini akan dibawa ke Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional. “Balai lalu akan membawa (DED) ke Kementerian PU.”
“Insyallah pada Tahun 2022 nanti (pembangunan jembatan) akan terwujud,” tukas Fajri.




