oleh

Bawaslu Kuansing Sorot 4 Hal dari Simulasi Pemungutan Penghitungan Suara

TELUKKUANTAN – Bawaslu Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau mengingatkan agar KPU Kuansing benar-benar menerapkan 12 hal baru di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada pemungutan dan penghitungan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kuansing, 9 Desember 2020 mendatang.

banner 300x250

“Pertama, 12 hal baru di TPS harus benar-benar diterapkan saat pemungutan suara 9 Desember nanti,” ujar Teddy Niswansyah, Anggota Bawaslu Kuansing, Sabtu (21/11/2020).

Pernyataan itu disampaikan Teddy usai menyaksikan simulasi pemungutan penghitungan suara di TPS 2 Kelurahan Pasar Kecamatan Kuantan Tengah.

Dikatakan Teddy, ada empat hal yang menjadi bahan evaluasi dari Bawaslu Kuansing dari kegiatan simulasi tersebut. Terutama berkenaan dengan 12 hal baru di TPS.

“Kemudian, potensi penumpukan atau kerumunan di luar TPS,” kata Teddy. Dari pengamatan di lapangan, pemilih tidak mengatur jarak saat antri di pintu TPS.

“Ketiga, pencegahan ketika hujan dan force majeure pada hari H pungut hitung dan terakhir pemilih yang datang dengan jam tertentu akan berpotensi menjadi masalah ketika pemilih tidak taat,” terang Teddy.

Bawaslu Kuansing berharap, kekurangan pada simulasi ini bisa disempurnakan pada hari H. Sehingga, proses pemungutan penghitungan suara bisa berjalan dengan lancar, aman dan sukses.

Dari pantauan GoRiau.com, memang terjadi kerumuman massa di luar TPS. Pemilih mengantri tanpa mengatur jarak. Beberapa petugas mengimbau pemilih untuk jaga jarak, tapi hanya sedikit yang mengindahkan.

Sementara itu, Irwan Yuhendi mengungkapkan terjadinya penumpukan pemilih di luar TPS karena hujan. Sehingga, masyarakat tak bisa datang sesuai C Pemberitahuan.