oleh

Achmad Silaturahmi dengan FKPMR, Tampung Aspirasi Soal SKB 3 Menteri, Perpres Investasi Miras Hingga Revisi UU Pemilu

PEKANBARU – Anggota DPR RI Dapil Riau 1, Achmad menggelar silaturahmi dengan Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) dalam agenda resesnya untuk menampung berbagai persoalan yang ingin disampaikan ke pemerintah pusat.

Dalam pertemuan tersebut, setidaknya para tokoh-tokoh masyarakat menyampaikan berbagai isu yang saat ini tengah hangat dibicarakan, yakni Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri soal seragam sekolah, Perpres Investasi Miras, dan Revisi UU Pemilu.

banner 300x250

Secara bergantian, para tokoh menyatakan pendapatnya baik yang berkaitan dengan tiga isu itu maupun isu lainnya seperti dana haji, pesantren dan berbagai isu yang sempat membuat gaduh Indonesia.

Untuk SKB 3 Menteri, menurut Achmad, FKPMR sudah sepakat menolaknya, bahkan beberapa hari yang lalu FKPMR sudah mempublish pandangannya tersebut di berbagai media massa.

Sedangkan untuk Perpres Investasi Miras, FKPMR meminta untuk dilakukan revisi terhadap Perpres tersebut dan semua regulasi yang berkaitan dengan industri miras mesti dicabut.

“Industri miras ini tidak hanya ditolak oleh muslim, tapi yang non muslim juga menolaknya,” kata Mantan Bupati Rohul dua periode ini, kepada GoRiau.com, Rabu (3/3/2021).

Kemudian tentang revisi UU Pemilu, FKPMR, ujar Achmad masih dalam tahap mengkaji plus dan minus dari revisi UU, sehingga FKPMR dalam waktu dekat akan mengumpulkan para pengurus untuk membuat pernyataan sikap.

“Semua hasil reses ini akan kita bawa ke paripurna, sehingga aspirasi masyarakat lebih diperhatikan oleh pemerintah pusat,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua FKPMR, Chaidir mengatakan, pihaknya sangat menolak SKB 3 Menteri ini karena masih banyak hal yang penting dibahas. Apalagi, saat ini Indonesia tengah menghadapi krisis akibat pandemi Covid-19.

“Kalau pertimbangannya majemuk dan pluralitas, dari dulu kan sudah begitu, semboyan negara kita kan adalah bhinneka tunggal Ika dan tak ada masalah selama ini di Riau. Kenapa kita fokus memikirkan itu disaat kita fokus dengan pemulihan ekonomi akibat covid-19,” tutupnya.