oleh

Meski Pandemi, Harga Karet di Kuansing Tembus Rp12.026 per Kg

TELUKKUANTAN – Harga bahan olahan karet (bokar) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau tembus Rp12.026/Kg. Hal itu berdasarkan hasil lelang yang dilakukan asosiasi petani karet Kuansing (Aparkusi) pada 28 Februari 2021. Harga ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan harga pada minggu lalu.

banner 300x250

“Harga bokar di tingkat petani sebesar Rp12.026/Kg, mengalami kenaikan sebesar Rp651 jika dibandingkan dengan harga lelang minggu lalu,” ujar Sepriadi, Ketua Aparkusi Kuansing, Selasa (2/3/2021) di Telukkuantan.

Pada lelang yang digelar pada Ahad (28/2/2021) malam tersebut, ada enam buyer yang ikut lelang. Harga dasar lelang yang ditetapkan Aparkusi sebesar Rp11.100/Kg. Dari enam pabrik tersebut, penawaran tertinggi dengan harga Rp12.026/Kg.

“Harga karet dunia memang naik pada minggu lalu. Sebenarnya, pas kita lelang harganya lagi turun. Alhamdulillah, bisa tembus Rp12.026/Kg. Kemudian, kebutuhan pabrik juga meningkat seiring meningkatnya kebutuhan karet dunia,” ujar Sepriadi mengemukakan faktor yang menyebabkan harga karet di tingkat petani Kuansing naik.

Pada lelang kemaren, Aparkusi melelang 143 ton bokar. Bokar ini merupakan milik 1.466 petani yang tegabung dalam 50 kelembagaan di dalam Aparkusi. Penimbangan bokar dilakukan di lima tempat, yakni Gunungtoar, Lubukterentang, Kopah, Teratak dan Sako.

Saat ini, pandemi Covid-19 masih berlangsung. Kendati demikian, harga karet di tingkat petani Kuansing terus memperlihatkan tren positif sejak awal tahun 2021 ini. Pada 12 Januari 2021, harga karet mulai merangkak naik dari Rp9000-an mencapai Rp10.000-an per Kg. Tentunya, kondisi ini membuat petani karet di Kuansing semakin senang dan sejahtera.