Riau Masuk 10 Besar Pertumbuhan Ekonomi Positif Triwulan Pertama 2021

banner 468x60

PEKANBARU – Meski masih “disibukkan” dengan penanganan kasus Covid-19, namun Provinsi Riau masih mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang positif. Bahkan Riau masuk dalam 10 besar pertumbuhan ekonomi positif di triwulan pertama 2021.

Hal itu diungkapkan Gubernur Riau, Syamsuar saat menjadi menjadi narasumber webinar yang membahas upaya pemulihan ekonomi daerah bagi UMKM yang terdampak Covid-19 di Provinsi Riau yang ditaja oleh Ikatan Keluarga Alumni Universitas Negeri Riau (IKA UNRI) secara virtual di Kediaman Gubri, Sabtu (05/06/21).

banner 400x400

Gubri menuturkan sebagaimana daerah lainnya, Provinsi Riau juga terimbas pandemi Covid-19 sehingga beberapa sektor seperti UMKM terdampak akibat pandemi ini. Namun, ia mengatakan Provinsi masuk dalam 10 besar pertumbuhan ekonomi positif pada triwulan pertama di tahun 2021.

“Ekonomi positif di Riau yang mencapai 0,41 didukung dengan berbagai ekspor yang berjalan cukup bagus terutama ekspor sawit,” ungkap Gubri.

Ia juga menyebutkan saat ini selain ekspor sawit, ekspor pulp and paper juga masih tetap berjalan dimasa pandemi ini. Hal ini juga yang memberi nilai posisit ekonomi di Riau. Untuk itu, ia berharap di triwulan kedua nanti ekonomi positif di Provinsi Riau dapat meningkatkan.

Sebutnya, beberapa hal yang menjadi upaya pemulihan ekonomi bagi UMKM yang terdampak Covid-19 di Provinsi Riau seperti melakukan peningkatan pembinaan dan pemberdayaan UMKM melalui online atau daring.

“Dengan maksud agar memberikan wawasan kepada UMKM ini baik untuk proses digital, perizinan, bahan baku dan lainnya,” lanjutnya.

Upaya berikutnya, melakukan peningkatan kompetensi para pelaku UMKM terhadap produk yang dibutuhkan selama pandemi ini. Kemudian, memberikan fasilitas promosi barang produk menggunakan pasar online dan memfasilitasi promosi barang produk di pasar offline terbatas.

Ia menambahkan salah satu upaya berikutnya yang dilakukan Provinsi Riau untuk membantu UMKM yaitu berupa bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau modal bagi UMKM senilai Rp1,2 juta dan dana yang telah di siapkan sebanyak Rp25 milyar. “Saat ini masih proses pemuktahiran data di mataumkm yang ada di Provinsi Riau,” tuturnya.

Selain itu, juga dilakukan upaya fasilitas pelatihan SDM berstandar Asean, memberikan fasilitas keringanan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) merk bagi UMKM dan lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Syamsuar berharap bantuan dan fasilitas yang ditujukan untuk UMKM dapat dimanfaatkan dengan baik.

banner 970x250