TEMBILAHAN –Seorang pasien positif virus corona (Covid-19) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), diketahui keluyuran. Peristiwa ini terjadi di wilayah Kecamatan Tembilahan Kota, Kelurahan Tembilahan Hilir.
Kelakuan pasien Covid-19 itu benar-benar membuat Satgas Covid-19 Kabupaten Inhil kewalahan, lantaran menolak untuk dievakuasi ke tempat isolasi dan malah keluyuran.
Pasien positif Covid-19 di Kota Tembilahan ini memang benar-benar menguji kesabaran petugas. Pasien positif yang seharusnya melakukan isolasi mandiri di rumahnya kedapatan masih keluyuran.
Petugas Satgas Covid-19 Kabupaten Inhil yang mendapatkan laporan langsung mendatangi rumah pasien Covid-19 tersebut di wilayah Kecamatan Tembilahan Kota, Kelurahan Tembilahan Hilir.
Namun petugas Bhabinkamtibnas Sei Perak bersama Babinsa dan tenaga kesehatan (Nakes) harus mendapatkan perlawanan, karena yang bersangkutan menolak untuk di bawa ke tempat isolasi terpadi di Gedung Islamic Center Tembilahan.
Bhabinkamtibnas Sei Perak Bripka Dedek Kurniawan bersama petugas lainnya langsung memberikan pengertian dan arahan kepada pasien tersebut agar mau dievakuasi.
Perdebatan panjang pun terjadi, akan tetapi sang pasien pun tetap menolak untuk dibawa petugas ke tempat isolasi terpadu.
Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan selaku Wadan Satgas Covid-19 Kabupaten Inhil sangat menyayangkan apa yang dilakukan pasien tersebut.
Menurut Kapolres, apa yang dilakukan pasien tersebut sangat berdampak kepada lingkungan sekitar dan tidak mendukung upaya penanganan dan pencegahan Covid-19.
“Kesabaran petugas nakes, Babinsa dan Bhabintambnas sedang diuji disini, pasien positif Covid-19 isolasi mandiri diketahui masih keluyuran,” ungkap Kapolres Inhil, Jumat (25/6/2021).
Kapolres mengatakan, lingkungan tempat tinggal pasien tersebut bisa dikatakan tidak layak untuk melakukan isoman, apalagi berada di lorong yang rumahnya sangat rapat dan padat penduduk.
“Situasi ini tentu sangat kita khawatirkan bisa menularkan warga lainnya. Saat dibujuk petugas hendak diisolasi ke Islamic Center, warga kita itu masih bersikeras tidak mau di bawa. Gedung Islamic center sudah kita siapkan bagi pasien positif yang tidak memiliki tempat isoman yang layak,” keluh Kapolres.
AKBP Dian pun berharap kejadian serupa tidak terulang lagi dan masyarakat dihimbau mendukung upaya semua pihak terkait bersama Satgas dalam memutus mata rantai Covid-19 di Kabupaten Inhil.
“Semoga petugas di lapangan tetap ikhtiar dan semangat dalam bertugas serta tidak kendor mengajak masyarakat menerapkan prokes. Kepada masyarakat kita imbau untuk tetap mematuhi prokes dan silahkan gunakan tempat isolasi terpadu bagi yang tidak memiliki tempat isoman yang layak sesuai prosedur,” pungkas Kapolres.
Kapolsek Tembilahan Kota, Ipda R Raudo Perdana mengatakan, pasien tersebut tetap menolak dan tidak mau dibawa oleh anggota Bhabinkamtibmas Sei Perak bersama Babinsa, Nakes dan petugas lainnya.
Meskipun tetap menolak dievakuasi, dalam kejadian yang terjadi pada Kamis (25/6/2021) tersebut, petugas telah memberikan peringatan tegas kepada pasien positif tersebut agar tetap berada di rumah.
“Belum (dievakuasi), tapi kami beri peringatan jika masih ada laporan keluar rumah dan tidak mematuhi isoman, maka akan langsung kami bawa ke Gedung Islamic Center,” pungkasnya.










