PEKANBARU – Lima mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) melakukan kegiatan sosial cegah kekerasan pada anak usia dini. Di mana, mereka melakukan pengabdian masyarakat di Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dengan mitra PKK Desa Pongkar itu sendiri.
Mereka adalah Charla Putri Balqis (Prodi Teknik Sipil 2019) selaku Ketua Tim, Attila Zalfa Zutia (Prodi Teknik Sipil 2019), Chandra Maulana (Prodi Teknik Sipil 2019), Firda Fitriyani (Prodi Teknik Geologi 2020) dan Hilwa Zakia Rosyada (Prodi Teknik Geologi 2020). Mereka didampingi langsung oleh Ibu Roza Mildawati., ST.MT.
Ketua Tim, Charla Putri Balqis mengatakan, bahwa kekerasan pada anak di Indonesia masih jadi perhatian khusus. Peningkatan kasus kekerasan pada anak tidak terlepas dari peningkatan kasus covid-19 yang membuat situasi kehidupan semakin sulit dan terbatas serta berbagai faktor umum lainnya.
“Anak-anak usia dini merupakan mereka yang berusia 0-8 tahun, dimana pada masa ini perkembangan dan pertumbuhan perlu dijaga dan diperhatikan. Orang tua perlu mendampingi setiap proses tumbuh kembang anak. Karena pada masa ini karakter anak akan mulai dibentuk,” kata Charla, Selasa (3/8/2021).
Ia menjelaskan, bahwa Desa Pongkar dipilih sebagai target sasaran dikarenakan beberapa hal diantaranya, terletak cukup dari kota. Mayoritas penduduk yang ekonominya masih menengah kebawah, pendidikan orang tua rata rata SLTP/SLTA sederajat bahkan beberapa tidak menempuh pendidikan, serta yang paling penting belum adanya relawan, gerakan atau sejenis nya yang turun untuk fokus terhadap cegah Kekerasan pada anak usia dini.
Secara garis besar Gerakan Hug to Care merupakan gerakan yang fokus untuk mencegahah kasus Kekerasan pada anak usia dini. Dengan Gerakan Hug to Care ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat di Desa Pongkar.
“Gerakan Hug to Care mengemas rangkaian kegiatan menjadi beberapa klasifikasi agar masyarakat sasaran dapat mencerna dan menyerap informasi dengan baik. Perubahan-perubahan di Desa Pongkar setelah adanya Gerakan Hug to Care ini setidaknya mampu untuk mengurangi kasus kekerasan pada anak usia dini, barangkali selama ini ketika mendidik anak caranya kurang tepat dan inilah peran kami untuk memberikan edukasi serta informasi kepada mitra,” jelasnya.
Selain itu, imbuh Charla, mengingat Desa Pongkar ini juga memiliki beberapa destinasi wisata dan menjadi tujuan wisatawan. Pihaknya berharap program ini juga berdampak pada citra desa tersebut.
“Semoga saat wisatawan datang, mereka secara tidak langsung akan tertular dengan apa yang mereka lihat di Desa Pongkar ini, salah satunya dengan cara masyarakat dalam mendidik anak anak mereka,” jelasnya.
Untuk diketahui, kegiatan ini didanai oleh Kementrian Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi dalam Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) tahun 2021.










