Karhutla Riau Makin Meluas, Lahan Terbakar Tembus 18.770 Hektare

banner 468x60

Inforiau.ID, PEKANBARU — Luas lahan yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Provinsi Riau terus bertambah.

Berdasarkan laporan harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD dan Damkar) Provinsi Riau, tercatat penambahan 87,9 hektare lahan terbakar.

banner 338x250

Kepala BPBD dan Damkar Provinsi Riau, Edy Afrizal, mengatakan penambahan luasan lahan terbakar terbesar terjadi di Kabupaten Pelalawan, yakni 64,4 hektare.

Dengan tambahan tersebut, total luas lahan terbakar di Kabupaten Pelalawan sejak awal 2026 mencapai 6.705,39 hektare.

Sementara itu, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengalami penambahan 10,5 hektare, sehingga total luas lahan terbakar mencapai 1.044,52 hektare.

Penambahan dengan luasan yang sama juga terjadi di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), sehingga total lahan terbakar di daerah tersebut mencapai 615,52 hektare.

Selanjutnya, Rokan Hulu (Rohul) mengalami penambahan 0,5 hektare dengan total luas lahan terbakar mencapai 34,46 hektare.

Kabupaten Kepulauan Meranti bertambah 1 hektare dengan total 218,45 hektare, sedangkan Kuantan Singingi (Kuansing) juga bertambah 1 hektare dengan total 70,87 hektare.

Untuk wilayah Siak, Bengkalis, Rokan Hilir (Rohil), Dumai, Pekanbaru dan Kampar, tidak terdapat penambahan luasan lahan terbakar berdasarkan laporan harian tersebut.

“Laporan harian ini terus berubah sesuai situasi lapangan setiap harinya. Dari data kita terima kemarin penambahan lahan terbakar sebanyak 87,9 hektar,” kata Edy, Jumat (4/9/2026).

Secara keseluruhan, luas lahan terbakar di Provinsi Riau sejak 1 Januari 2026 hingga laporan terakhir mencapai 18.770 hektare.

Kabupaten Bengkalis masih menjadi wilayah dengan luasan lahan terbakar terbesar, yakni 8.454,40 hektare.

Kemudian disusul Pelalawan dengan 6.705,39 hektare, Inhil 1.044,52 hektare, Inhu 615,52 hektare dan Dumai 556,01 hektare.

Selanjutnya, Rohil tercatat 452,53 hektare, Siak 373,06 hektare, Kampar 141,66 hektare, Pekanbaru 103,33 hektare, Kepulauan Meranti 218,45 hektare, Kuansing 70,87 hektare dan Rohul 34,46 hektare.

“Ini data keseluruhan terhitung awal Januari 2026,” papar Edy.

Edy mengatakan perkembangan karhutla di setiap daerah terus menjadi perhatian.

Penanganan dilakukan menyesuaikan kondisi di lapangan dengan melibatkan tim udara dan tim darat dari berbagai unsur gabungan.

Unsur yang terlibat di antaranya TNI, Polri, BPBD Riau, BPBD kabupaten/kota serta Manggala Agni.

“Kami terus memantau perkembangan karhutla di setiap daerah dan penanganan dilakukan sesuai kondisi serta kebutuhan di lapangan,” ujar Edy.

banner 970x250