PEKANBARU – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Riau, Asri Auzar mengkritisi kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level IV yang sudah berjalan tiga tahapan di Kota Pekanbaru.
Pada dasarnya, Asri menyebut, pihaknya mendukung penuh kebijakan ini karena merupakan upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penularan Covid-19 di Kota Pekanbaru, dan Riau secara umumny.
“Tapi kami harus mengingatkan kepada Pemprov Riau dan Pemko Pekanbaru untuk tidak menyusahkan masyarakat, karena ekonomi dan kesehatan itu sama-sama penting, jangan fokus penyekatan saja,” kata Asri, Kamis (12/8/2021).
Jika pemerintah hanya fokus penyekatan dan mengesampingkan ekonomi, Asri khawatir masyarakat akan kesulitan untuk menyambung hidup, akhirnya imun masyarakat menurun dan Covid-19 dengan mudah menyerang.
Sebagai orang yang ditokohkan masyarakat, Asri tak memungkiri bahwa ada begitu banyak laporan yang sampai kepada dia, tak terkecuali para pedagang di Sudirman Trade Center (STC) yang sempat mengangkat bendera putih beberapa hari lalu.
“Mereka cerita, sewa ruko Rp 150 – 200 juta setahun, sementara jual beli mereka tidak masuk satu setengah bulan ini. Apa jalan keluarnya? Ini harus dipikirkan pemerintah. Mereka kan butuh makan minum, biaya hidup dan lainnya. Ini jadi PR pemerintah,” tutupnya.










