SELATPANJANG – Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Fikri Selatpanjang memperingati milad ke-2, peringatan hari lahir (harlah) ponpes yang beralamat di Jalan Sei Niur, Desa Banglas Barat, Kecamatan Tebingtinggi itu dilaksanakan tepat pada Rabu (22/9/2021) malam.
Tasyakur binni’mah dalam rangka memperingati dua tahun berdirinya pondok pesantren yang akan mencetak ribuan penghafal Al-Qur’an itu berlangsung khidmat, kegiatan dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat. Selain dihadiri para pengasuh seperti H Ahmad Fauzi dan Kepala Sekolah Ustadz Amrul Fahmi, pada guru dan karyawan, wali santri juga tampak hadir Wakil Bupati Kepulauan Meranti H Asmar, anggota DPRD serta pimpinan OPD.
Hadir juga Kepala Kantor Kementerian Agama Kepulauan Meranti, Drs H Sulman, Ketua MUI Kepulauan Meranti, H Mustafa, Camat Tebingtinggi, Juwita Ratna Sari, Ketua Yayasan Fitrah Madani, Zulkifli dan pihak lainnya.
Kegiatan semakin semarak ketika para santri mengalunkan Syarakal dan berzanji sebagai bentuk doa dan pujian kepada nabi Muhammad dengan diiringi musik. Selanjutnya para undangan dibuat takjub tatkala para pembawa acara yang merupakan santri membacakan susunan acara dengan menggunakan tiga bahasa diantaranya Bahasa Indonesia, Arab dan Inggris.
Selanjutnya dilakukan pemotongan Tumpeng bersama sebagai bentuk tanda syukur. Oleh pengasuh pondok pesantren, Tumpeng merupakan akronim dari kalimat Jawa yakni ‘yen meTu kudu meMPENG’ yang jika diartikan ‘ketika keluar harus sungguh-sungguh semangat’. Begitu juga diharapkan kepada para santri yang harus bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H Asmar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa milad merupakan momen untuk melakukan renungan, refleksi, evaluasi refleksi, evaluasi atas kerja-kerja organisasi dan sekaligus mensyukuri nikmat Allah SWT atas berbagai kontribusi yang telah diberikan Pondok Pesantren Darul Fikri untuk kepentingan umat, bangsa dan kemanusiaan mendidik generasi muda yang lebih beriman dan bertakwa.
Diungkapkan Wabup Asmar, pesantren memiliki karakteristik khas dibandingkan dengan lembaga pendidikan lain yakni integrasi moral yang tinggi. Dengan watak tersebut, seluruh komponen di pesantren tangguh serta kemandirian moral dan material yang kuat.
#M244571ScriptRootC1191910 { min-height: 300px;text-align:center; display:block;margin:15px 0 }
“Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya mengucapkan selamat memperingati milad ke 2 Pondok Pesantren Darul Fikri. Terimakasih saya ucapkan kepada semua pihak, terkhusus kepada para pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren Darul Fikri. Semoga bertambahnya usia ponpes ini maka akan semakin maju, serta menghasilkan sumber daya manusia yang cerdas dan berakhlak,” ucapnya.
Kemudian, untuk para santriwan dan santriwati Ponpes Darul Fikri, wabup berpesan agar menjadi para generasi muda yang tangguh, unggul dan cerdas. Sehingga dapat berperan aktif dalam pembangunan daerah.
“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan dan petunjuknya terhadap segala usaha dan upaya kita dalam membangun daerah dan masyarakat Kepulauan Meranti yang sejahtera, adil dan makmur,” harapnya.
Sebelumnya, Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Darul Fikri Selatpanjang, KH Ahmad Fauzi SAg dalam sambutannya mengatakan kepada wali santri yang menitipkan anaknya di pondok hendaknya totalitas dalam arti menginginkan anaknya menjadi generasi hebat yang tumbuh dalam menegakkan kebenaran yang berlandaskan Al-Qur’an dan hadits.
“Kepada para wali santri bukannya setengah-setengah tapi kita mengantarkan anak di sini secara totalitas, bahwasanya menginginkan anak kita menjadi orang baik menjadi anak dan generasi yang berguna untuk bangsa dan agama,” kata Ahmad Fauzi.
Di pondok pesantren juga diajarkan ilmu kepemimpin, yakni bagaimana mereka menjadi pemimpin dan insan sejati yang bisa mengajak orang-orang menegakkan amar makruf nahi mungkar, semua ini didasarkan Al-qur’an dan sunnah Rasulullah.
“Jangan sampai generasi kita yang mereka tidak tentu arah tujuan kemana ketika menjadi seorang pemimpin andaikata tidak bersanding dengan agama. Dan pada hari ini kami terus mendayung sekuat tenaga untuk itu dan mengarahkan pikiran ke pondok pesantren ini serta meninggalkan segala aktivitas sementara sibuk berceramah seperti dulu,” ujarnya lagi.
Dikatakan memasuki usia dua tahun, perkembangan Pondok Pesantren Darul Fikri sangat pesat hal itu tidak terlepas dari dukungan yang diberikan masyarakat dan pemerintah daerah.
“Kami memang baru berusia dua tahun, namun sudah bagaikan Lailatul Qadar yang berlari sangat kencang. Ada saja jalan dari Allah untuk orang menyumbang pembangunan, kontribusi masyarakat dan dukungan pemerintah membuat kami bersemangat sampai saat ini,” ungkapnya.
Saat ini sebanyak 70 orang guru dan karyawan yang diberdayakan di pondok pesantren dan sudah banyak pula prestasi yang telah diraih.
Selain itu, pesantren yang akan melahirkan para penghafal Al-Qur’an ini sudah menghasilkan 6 hafidz dan hafidzah yang nantinya akan digelar wisuda akbar yang bertepatan pada hari santri nasional 22 Oktober mendatang.
“Sampai hari ini lebih kurang 70 guru dan karyawan yang diberdayakan disini. Alhamdulillah semuanya gaji mereka lancar dibayarkan. Selain itu walaupun baru dua tahun berdiri, kekompakan kami disini sudah banyak yang berprestasi di tingkat provinsi dan nasional. Waktu itu selain siswa yang mengikuti lomba bahasa Inggris dan bahasa Arab tingkat nasional ada juga yang ikut lomba Kitab Kuning tingkat provinsi dan Alhamdulillah mereka juara semua,” ucap Ahmad Fauzi.
Diceritakan Ustadz Ahmad Fauzi, pembangunan pondok pesantren ini berawal dari donasi dari beberapa donatur dan masyarakat Kepulauan Meranti yang telah berpartisipasi menyumbangkan sebagian rezekinya untuk membangun Pesantren Darul Fikri. Selain itu, saat ini juga sedang berjalan proses pembangunan mesjid bantuan dari pemerintah daerah Kepulauan Meranti yang menggelontorkan anggaran hampir Rp1,4 miliar.
“Selama dua tahun itu kami terus saja berjibaku dan memikirkan Darul Fikri, dengan rasa percaya diri, Alhamdulillah banyak sudah perkembangan yang signifikan, terimakasih para sponsor dan donatur yang telah banyak membantu dan tak dapat kami sebutkan satu persatu, semoga Allah memberikan pahala yang berlipat ganda,” ungkapnya.
Selain bantuan para donatur dan pemerintah daerah, Ustadz Fauzi yang juga seorang pendakwah di pelosok kampung juga percaya ini tidak terlepas dari doa para Muallaf.
“Kami yang juga sebagai pendakwah di kampung sudah mengislamkan para Muallaf sebanyak 300 orang. Selain ini perjuangan bersama, pembangunan pondok pesantren ini juga tidak terlepas dari doa mereka para Muallaf,” ujarnya.
Selain meningkatkan fasilitas pendidikan dan fasilitas lainnya, pihak pengelola pondok pesantren juga berencana akan menambah tenaga pengajar yang berasal dari alumni universitas terkenal dan pondok pesantren ternama di sejumlah daerah.
“Saat ini sudah banyak tenaga pengajar yang berasal dari luar yang mengabdi disini. Nanti juga akan segera bergabung alumni Sudan dan sejumlah pondok pesantren di Pulau Jawa yang siap mengabdi. Selain mutu pendidikan, bangunan belajar dan tempat tinggal santri pun kami bangun senyaman mungkin. Untuk diketahui, pondok pesantren kita sudah dikenal di sejumlah daerah di Riau karena dibawah Yayasan Fitrah Madani,” beber Ustadz Fauzi.
“Saat ini lahan kita yang sudah dibebaskan seluas 4 hektar, kedepannya kita berencana akan membebaskan lagi tahun depan, setelah mencapai 8 hektar kami akan membangun SMA Islam Terpadu,” bebernya lagi.
Ditambahkan Ustadz Fauzi, sejauh ini sebanyak 20 persen yang menjadi santri terdiri dari anak-anak yang kurang mampu, namun mereka tetap diikut sertakan dalam proses belajar mengajar.
“Mungkin banyak yang mengira, santri masuk kesini terdiri dari anak-anak pejabat, namun perlu diketahui ada sebanyak 20 persen anak-anak kurang mampu juga berada disini. Terlebih lagi dampak pandemi Covid-19 banyak orang tuanya yang kehilangan pekerjaan dan banyak juga santri yang akan berhenti, namun kami meminta untuk terus dan tetap bersekolah. Disini kita juga tetap makan dan malah berlebihan,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, peletakan batu pertama sebagai tonggak awal pembangunan pembangunan Pondok Pesantren Darul Fikri Selatpanjang itu dilakukan oleh Ustadz Abdul Somad didampingi Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi pada 13 Agustus 2018 silam.
Setelah hampir setahun lebih dilaksanakan pembangunannya, pondok pesantren dibawah naungan Yayasan Fitrah Madani ini kembali diresmikan oleh Ustadz yang lulus di Universitas Kairo Mesir itu.
Peresmian waktu itu ditandai dengan penandatanganan prasasti dilanjutkan dengan pemotongan pita dan pembukaan selubung nama pondok pesantren oleh wakil Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Said Hasyim, Minggu (22/9/2019) pagi.










