Gajah Kurus Ditemukan Mati di Bukit Apolo, Sebelumnya Sempat Diobati

PEKANBARU- Seekor Gajah Sumatera ditemukan mati oleh masyarakat di sekitar Bukit Apolo, Desa Bagan Limau, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Rabu (27/11/2021).

Gajah ini merupakan gajah yang sempat diberi penanganan medis oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) beberapa waktu lalu. Namun, setelah mendapat perawatan gajah ini kembalu masuk ke Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).

Kepala Balai TNTN, Heru Sutmantoro, menceritakan, kabar kematian gajah ini bermula dari laporan yang diterima Kepala Resort Air Hitam Bagan Limau (AHBL), Balai TNTN. Kepala Resort langsung meneruskan laporan ini ke BBKSDA Riau.

BBKSDA yang menerima laporan dari Kepala Resort langsung bergerak menuju lapangan dan sampai ke lokasi pada pukul 03.15 WIB dinihari. Pagi harinya, saat matahari terbit, tim langsung melakukan nekropsi.

Plt Kepala Besar KSDA Riau, Fifin Arfiana Jogasara, mengatakan, dari hasil nekropsi, diketahui gajah tersebut berjenis kelamin betina, tinggi badan 2,17 m, berat badan 2 ton, tebal kulit perut 0,4 cm, tebal kulit punggung 1,2 cm.

“Dari ciri-ciri fisiknya, gajah tersebut adalah gajah sakit yang sudah dilakukan pengobatan (penanganan medis) pada hari Sabtu, 23 Oktober 2021 oleh Tim Medis Balai Besar KSDA Riau dan Balai TNTN di Desa Pontian Mekar, Kecamatan Lubuk Batu Jaya, Indragiri Hulu,” katanya, Selasa (2/11/2021).

Diperkirakannya, gajah tersebut sudah mati satu hari sebelum ditemukan. Kematiannya diduga kuat karena infeksi organ pencernaan, malnutrisi dan dehidrasi.

#M244571ScriptRootC1191910 { min-height: 300px;text-align:center; display:block;margin:15px 0 }

“Dalam tindakan nekropsi tidak dilakukan pengambilan sampel untuk pemeriksaan laboratorium dikarenakan semua organ dalam tubuh sudah rusak (lisis), sehingga seluruh organ dalam tubuh langsung dikuburkan,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau, mengobati satu ekor gajah betina yang tidak sehat, dimana gajah tersebut terlihat kurus dan tidak nafsu makan. Saat ditemukan, Jumat (22/10/2021), gajah tersebut memuntahkan batang dan pelepah sawit yang dimakannya.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui gajah liar ini berjenis kelamin betina, berumur sekitar 30 tahun, tinggi 217 cm dan berat badan lebih kurang 2 ton. Tim juga menemukan pembengkakan dan luka terbuka pada bagian organ reproduksi luar, serta ditemui ada larva/ulat dibagian tersebut.

Setelah dilakukan pengobatan, Tim medis segera menyadarkan satwa dan melepasliarkan kembali ke habitatnya sambil melakukan pemantauan dan pengamatan pergerakan satwa untuk mengetahui kondisi selanjutnya. Gajah terlihat bergerak lebih gesit dari sebelum pengobatan.

Tapi, sejak itu, tim tidak lagi menjumpai tanda-tanda terbaru dari gajah liar tersebut dari titik pengobatan.

Berdasarkan informasi warga, gajah liar tersebut sudah mengarah ke hutan tersisa kawasan Balai Taman Nasional Tesso Nilo sekitar Bukit Apolo dan pondok Kompe.