Kata Yanti Komala Sari Soal Banjir, Mulai dari Minimnya Pencegahan Hingga Nihilnya Peran Perusahaan

banner 468x60

PEKANBARU- Anggota DPRD Riau Dapil Dumai, Bengkalis dan Kepulauan Meranti, Yanti Komalasari, angkat bicara terkait banjir yang melanda Kota Dumai dalam beberapa hari terakhir, hingga memakan korban jiwa.

Disampaikan Politisi Golkar ini, penyebab banjir pada dasarnya adalah sungai yang mulai dangkal dan minimnya upaya pengerukan sungai oleh pemerintah. Pemerintah baru menurunkan amphibi ketika banjir sudah melanda.

banner 400x400

“Itu bukan air pasang,  tapi air dari hutan. Karena hujan yang terus lebat, air darat jadi turun. Dan itupun tidak hanya terjadi di kawasan bumi ayu, tapi ada di beberapa titik, yakni Jalan Bantan, Bagan Keladi, dan di dekat Sungai Sembilan. Itu sudah menjadi daerah langganan banjir,” kata Yanti, Senin malam (1/11/2021).

Kurangnya perhatian pemerintah dalam menjaga sungai dari pendangkalan, lanjut Yanti, membuat banjir sering melanda. Tercatat, sepanjang tahun 2021 ini, banjir terus menjadi keluhan masyarakat, dan itu tidak hanya sekali dan dua kali saja.

Pemerintah Kota (Pemko) Dumai sendiri, melalui BPBD sudah membuat dapur umum di beberapa lokasi pengungsian, dan juga bantuan-bantuan lainnya, artinya BPBD sudah bergerak.

Kedepannya, Yanti berharap pemerintah bisa melakukan upaya antisipasi dengan mengeruk sungai-sungai yang dangkal, sehingga tidak meluap ke pemukiman warga.

“Jangan pas sudah banjir, baru sibuk turunkan alat berat amphibi. Harusnya kalau sudah dangkal pemerintah inisiatif mengeruknya,” tegasnya.

#M244571ScriptRootC1191910 { min-height: 300px;text-align:center; display:block;margin:15px 0 }

Disinggung mengenai peran perusahaan, Yanti menyebut tidak ada harapan lagi, sebab Pemko sudah mengambil semua Corporate Social Responsibility (CSR) selama tiga tahun untuk pembangunan Gedung Islamic Center.

“Karena semua CSR diarahkan ke islamic center, ya masyarakat jadi sengsara sekali sekarang. Hak masyarakat atas CSR itu dialihkan ke IC semua. Jadi, ya kita cuma berharap dari relawan-relawan lah,” terangnya.

Yanti sendiri bersama sejumlah organisasi yang dipimpinnya sudah beberapa kali turun meninjau lokasi banjir untuk menyerahkan bantuan kepada korban banjir.

“Iya, Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) sudah turun kesana memberi bantuan, kemudian pak gubernur (Syamsuar-red), juga kesana sebelum membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Riau,” terangnya

Bantuan yang diserahkan ke korban banjir, kata Yanti, umumnya adalah bantuan Sembako dan nasi bungkus. Nasi bungkus ini sangat dibutuhkan oleh korban banjir yang ketinggian banjir satu meter lebih. Sehingga, mereka tidak bisa memasak.

banner 970x250