Kemarau Masih Melanda, Pemkab Inhil Gelar Salat Istisqa Mohon Hujan Segera Turun

banner 468x60

Inforiau.ID, TEMBILAHAN – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar Salat Istisqa sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau yang masih berlangsung, Selasa (1/9/2026) pagi.

Salat Istisqa dipusatkan di Lapangan Kantor Bupati Indragiri Hilir dan dimulai sekitar pukul 06.00 WIB.

banner 338x250

Pelaksanaan salat tersebut diikuti langsung Pelaksana Harian (Plh) Bupati Indragiri Hilir, Yuliantini.

Turut hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), alim ulama, jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Inhil, Aparatur Sipil Negara (ASN), siswa-siswi serta masyarakat.

Lapangan Kantor Bupati Inhil tampak dipadati masyarakat yang mengikuti pelaksanaan Salat Istisqa tersebut.

Salat Istisqa menjadi bentuk ikhtiar bersama untuk memohon rahmat dan pertolongan Allah SWT berupa turunnya hujan.

Langkah ini dilakukan menyusul kondisi kemarau yang masih melanda Kabupaten Indragiri Hilir dan masih ditemukannya sejumlah titik api di wilayah tersebut.

Plh Bupati Inhil, Yuliantini, mengatakan Salat Istisqa merupakan bentuk doa dan ikhtiar bersama pemerintah dan masyarakat menghadapi kondisi kemarau.

Menurutnya, hujan sangat diharapkan untuk membantu mengurangi dampak musim kemarau sekaligus mencegah kondisi yang lebih berbahaya, terutama ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Melalui Salat Istisqa ini, kita bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan dan memberikan rahmat-Nya kepada Kabupaten Indragiri Hilir,” ujarnya.

Selain mengajak masyarakat berdoa, Yuliantini juga mengingatkan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam mencegah terjadinya karhutla.

Ia mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran, baik untuk membuka lahan maupun kegiatan lain yang berpotensi memicu kebakaran.

“Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Jangan pula melakukan pembakaran hutan maupun lahan. Pencegahan kebakaran merupakan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Yuliantini berharap ikhtiar spiritual yang dilakukan bersama tersebut dapat menjadi jalan bagi Kabupaten Indragiri Hilir untuk segera mendapatkan curah hujan.

Selain membawa keberkahan, hujan juga diharapkan mampu membantu mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan yang dapat mengancam masyarakat serta lingkungan.

Pelaksanaan Salat Istisqa sekaligus menjadi momentum memperkuat kebersamaan pemerintah, tokoh agama dan masyarakat dalam menghadapi musim kemarau.

Kegiatan tersebut juga diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Indragiri Hilir.

banner 970x250