Inforiau.ID, PEKANBARU – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyoroti sejumlah persoalan pembangunan di Kabupaten Kampar, mulai dari Jembatan Rumbio yang mangkrak sejak 2019 hingga kondisi SD Negeri 007 Sungai Agung yang sempat viral karena fasilitasnya dinilai tidak layak.
Persoalan tersebut dibahas saat SF Hariyanto menerima kunjungan Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, di Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Senin (26/10/2026). Pertemuan itu juga membahas pengembangan kawasan wisata sejarah Candi Muara Takus.
SF Hariyanto menegaskan, berbagai aspirasi masyarakat harus mendapat perhatian serius dan ditindaklanjuti melalui langkah konkret pemerintah.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah pembangunan Jembatan Rumbio yang hingga kini belum rampung. Ia meminta proyek tersebut dievaluasi secara menyeluruh, termasuk persoalan pembebasan lahan dan kelanjutan konstruksinya.
“Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, jembatan ini mau diapakan? Kita review dulu semuanya, termasuk pembebasan lahan, nanti kita cek dan lihat ke sana, apa masukannya agar bisa diselesaikan,” ujar SF Hariyanto.
Menanggapi hal itu, Bupati Kampar Ahmad Yuzar menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Rumbio dimulai sejak 2019. Namun, pengerjaannya terhenti pada tahun pertama dan belum dilanjutkan hingga sekarang.
Menurutnya, konstruksi yang telah dibangun baru berupa lima titik pondasi dan satu sisi abutmen atau struktur penopang ujung jembatan. Sementara itu, rangka utama jembatan belum tersedia.
Pemerintah Kabupaten Kampar akan meninjau kembali proyek tersebut sesuai arahan Plt Gubernur Riau, termasuk mengevaluasi kebutuhan pembangunan dan penyelesaian persoalan lahan.
Selain jembatan, SF Hariyanto turut menaruh perhatian terhadap kondisi SD Negeri 007 Sungai Agung yang sebelumnya menjadi sorotan publik karena fasilitas sekolahnya dinilai tidak layak.
Ahmad Yuzar menjelaskan, persoalan tersebut bermula dari keberadaan kelas jauh SD Negeri 007 Sungai Agung yang belum dilaporkan kepada pemerintah daerah.
Setelah kondisi sekolah viral, Pemerintah Kabupaten Kampar langsung turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan sekaligus menyiapkan langkah penanganan.
“Bentuk perhatian awal pemerintah, telah kami bangun dua ruang kelas dengan WC-nya, akhir tahun sudah bisa diresmikan,” kata Ahmad Yuzar.
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga akan mempertimbangkan kemungkinan pendirian sekolah terpisah dengan melihat perkembangan jumlah peserta didik dan kebutuhan masyarakat setempat.
Dalam pertemuan tersebut, SF Hariyanto juga membahas pengembangan kawasan Candi Muara Takus sebagai salah satu destinasi wisata sejarah unggulan di Kabupaten Kampar.
Pembahasan itu merupakan tindak lanjut kunjungan Menteri Kebudayaan ke kawasan candi bersejarah tersebut.
SF Hariyanto meminta agar akses jalan menuju Candi Muara Takus ditingkatkan, termasuk konektivitas dari pintu keluar jalan tol. Ia juga mendorong pemanfaatan kawasan sekitar untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.
“Bikin perencanaannya untuk perbaikan jalannya, daerah sekitar Muara Takus juga dimanfaatkan, apakah bisa untuk UMKM atau tempat sembahyang, karena termasuk candi tertua juga,” ungkapnya.
Sementara itu, Ahmad Yuzar menyampaikan bahwa kondisi jalan menuju Candi Muara Takus saat ini relatif baik. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Kampar siap menindaklanjuti arahan Plt Gubernur Riau terkait peningkatan aksesibilitas dan pengembangan kawasan wisata tersebut.
Koordinasi antara Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kabupaten Kampar diharapkan dapat mempercepat penyelesaian persoalan infrastruktur, meningkatkan fasilitas pendidikan, serta mengoptimalkan potensi wisata daerah.










