Pilkada Bengkalis Final, Demokrat Beri Dukungan Kasmarni – Bagus Santoso

PEKANBARU – Partai Demokrat akhirnya menyerahkan dukungan kepada Pasangan Bakal Calon Pilkada Bengkalis 2020 mendatang. Setelah pergerakan perpolitikan di Pilkada Bengkalis yang cukup dinamis.

Pilihan Demokrat jatuh kepada Istri Bupati Bengkalis Nonaktif Amril Mukminin, Kasmarni dan Bagus Santoso. Hal tersebut terungkap dalam video yang dikirimkan salah seorang sumber ke GoRiau.com.

Sebelumnya, Partai Demokrat pernah mengeluarkan surat dukungan kepada kader PKS yang juga Ketua DPRD Bengkalis, Khairul Umam yang ingin membawa kader Demokrat Nur Azmy Hasyim ke Pilkada Bengkalis. 

Sayangnya, PKS malah memilih Abi Bahrun yang membawa birokrat senior Pemkab Bengkalis, Herman. PKS menjalin koalisi dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Surat Keputusan (SK) kepada Kasmarni – Bagus Santoso ini diserahkan langsung oleh Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Jakarta didampingi Sekretaris DPD Demokrat Riau, Eddy Moh Yatim dan Ketua DPC Demokrat Bengkalis, Nur Azmy Hasyim.

Tampak dalam video tersebut, Kasmarni dan Bagus Santoso mengenakan baju biru sesuai dengan warna partai yang dibesarkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.

“Besar harapan kita semua kepada pasangan bu Kasmarni dan pak Bagus Santoso untuk memenangkan Pilkada Bengkalis 2020,” kata AHY dalam video itu.

AHY melanjutkan, jika pasangan ini bisa menang di Pilkada Bengkalis besar harapan Demokrat supaya Kasmarni – Bagus Santoso bisa membawa Bengkalis lebih baik.

“Dengan ini saya serahkan rekomendasi kepada pasangan Ibu Kasmarni dan Bapak Bagus Santoso untuk Pilkada Bengkalis tahun 2020,” sambungnya.

Dengan penyerahan ini, Kasmarni resmi didukung oleh lima partai yakni PBB (5 kursi), Nasdem (3 kursi), PAN (6 kursi), Gerindra (6 kursi) dan Demokrat (2 kursi).

Pilkada Bengkalis sendiri dipastikan akan diikuti empat Paslon. Yakni Kasmarni – Bagus (PBB, Nasdem, PAN, Gerindra, dan Demokrat), Abi Bahrun – Herman (PKS dan PPP), Kaderismanto – Iyeth Bustami (PDIP dan PKB), dan terakhir Indra Gunawan Eet – Samsu Dalimunthe (Golkar dan Perindo).