Dilaksanakan Antara Tanggal 9 dan 16 Oktober, KAMI Riau: Kami Tak Pernah Ganggu Orang, Deklarasi Jauh dari Huru-hara

PEKANBARU – Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Riau mengaku sudah mematangkan segala persiapan untuk deklarasi sekaligus silaturahmi KAMI Riau dengan KAMI Pusat yang akan dilangsungkan bulan ini.

Sekretaris KAMI Riau, Azmi Rozali mengatakan, saat ini pihaknya hanya menentukan tempat saja, dimana ada dua opsi dari pertemuan terakhir. Opsi tersebut adalah pelaksanaan acara di dalam ruangan dan di luar ruangan.

Namun, sejauh ini para anggota lebih setuju dengan pelaksanaan di dalam ruangan, karena jika dilakukan di luar ruangan acara mereka terkesan seperti demo. 

“Jadi lebih banyak yang memilih di dalam gedung, jadi tamu-tamu duduk berjarak, kita lebih terorganisir kalau dalam ruangan,” kata Azmi kepada GoRiau.com, Selasa (6/10/2020).

Untuk tanggal sendiri, Azmi menegaskan masih ada dua opsi yakni tanggal Oktober dan Oktober. Sebelumnya, KAMI sudah memutuskan untuk melaksanakan acara pada tanggal 2 September.

“Jenderal Gatot itu secara pribadi sudah bersedia datang, tapi karena persoalan waktu, beliau bisanya diatas tanggal 5. Kalau tanggal 7 kan terlalu mepet, makanya opsional kita tanggal 9, kalau tidak seminggu setelah itu, yaitu tanggal 16,” tuturnya.

Terkait deklarasi di Surabaya yang dibubarkan kepolisian, Azmi tak mau berkomentar banyak karena dia tak mau mengomentari hal yang dia sendiri tidak paham. Yang jelas, pihaknya sudah mempersiapkan diri akan hal-hal seperti itu. 

“KAMI Riau sudah mengantisipasi itu, kita akan coba membuat surat pemberitahuan. Acara ini tidak perlu izin, yang perlu itu hanya surat pemberitahuan. Intinya, kami berusaha membuat sesuatu yang legal dan konstitusional,” imbuhnya.

KAMI sendiri saat ini sudah diisi oleh berbagai kelompok dan barisan, termasuk Barisan Muda (BM) KAMI. Semua kelompok ini akan membantu KAMI dalam kelancaran acara deklarasi ini. 

“KAMI mau acara ini lancar dan tertib, jauh dari huru hara. Kita mengusahakan agar acara ini berlangsung damai, jangan sampai ada pihak yang menganggu. Kemarin kan ada aksi menolak KAMI. Mereka kan diizinkan dan kita tidak menganggu. Terus saat kami membuat acara kenapa diganggu pula? Kita tidak pernah menganggu orang, ini negara demokrasi, menyatakan pendapat dijamin UU,” tutupnya.