Peralihan Blok Rokan, 2.600-an Pegawai Chevron Bisa ‘Ganti Baju’, LBD Jadi Prioritas, dan Pembangkit Listrik Sedang Diperjuangkan

PEKANBARU – Anggota Panitia Kerja (Panja) Migas DPR RI, Abdul Wahid mengungkapkan saat ini pihaknya terus menjalankan tugasnya dalam mempersiapkan peralihan Blok Rokan dari Chevron ke Pertamina.

Dikatakan Wahid, persiapan ini merupakan hal yang penting supaya saat waktu peralihan tiba, Pertamina Hulu Rokan (PHR) bisa langsung melakukan pengoperasian, termasuk semua masalah yang kemungkinan berlanjut saat peralihan ke Pertamina nanti.

Untuk masalah tenaga kerja, ujar Wahid, sudah diambil kesepakatan bahwa semua pegawai Chevron secara otomatis akan menjadi karyawan PHR, dan dalam data Panja, ada sekitar 2600 orang karyawan Chevron.

Sedangkan untuk rekanan yang tergabung dalam Local Business Development (LBD), Wahid menegaskan mereka masih tetap terpakai sampai Desember. Setelah itu, Pertamina harus tetap memprioritaskan memakai jasa rekanan dari pengusaha lokal.

“Itu memang peran kita, dan mereka memang harus prioritas. Makanya, kita sekarang sedang mendalami data yang sudah diserahkan Chevron,” kata Wahid, Senin (12/4/2021).

Wahid mengaku tidak bisa memastikan apakah pihaknya optimis peralihan ini bisa berjalan dengan lancar atau tidak, karena semua tergantung pada situasi di lapangan. Jika, ada persoalan, maka pihaknya akan mengelaborasikan semua berikut mencari solusi penanganannya.

Terkait pembangkit listrik yang dipakai Chevron dalam operasi kerja, Wahid menyebut itu masih dalam pembahasan dan belum ada kesepakatan antara Chevron dan Pertamina.

“Itu sedang dilelang, kalau kita maunya dihibahkan saja, karena kan memang sudah berakhir masanya. Tapi kan ini Business to Business (B to B). Dulu itu (pembangunan) pernah ditawarkan ke negara dengan cost recovery, tapi negara tidak mau karena mahal, akhirnya mereka investasi sendiri,” tutupnya.