DPRD Pekanbaru Harap Gugus Tugas Bisa Razia Prokes dengan Persuasif

PEKANBARU – Anggota DPRD Pekanbaru, Muhammad Sabarudi meminta gugus tugas covid-19 untuk bersikap lebih persuasif dalam melakukan razia Protokol Kesehatan (Prokes) terhadap para pedagang.

Sebagaimana diketahui, angka penularan Covid-19 terus meningkat dalam beberapa Minggu terakhir. Merespon itu, gugus tugas yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD dan juga Satpol PP gencar melakukan penertiban di tempat-tempat umum yang dapat berpotensi menjadi penyebaran Covid-19.

Cafe, rumah makan, hingga pedagang kaki lima, tak luput dari pantauan tim gugus tugas. Bahkan, tim juga tak segan-segan membubarkan pengunjung yang ada di lokasi. Selain itu, di atas pukul 21.00 di setiap tempat makan tidak lagi diperkenankan makan di tempat.

Razia ini, menurut Sabarudi, memiliki dua sisi penting yang mesti menjadi pertimbangan. Sisi yang pertama adalah sisi pencegahan penyebaran Covid-19 dan kedua sisi pengaruh terhadap ekonomi masyarakat.

“Satu sisi ini harus disikapi, satu sisi yang lain masyarakat harus menggerakkan ekonominya dan memberi makan keluarganya. Lakukan razia tapi dengan cara yang persuasif,” kata Sabarudi, Jumat (7/5/2021).

Lanjut politisi PKS ini, jika dalam melakukan razia terdapat pedagang maupun pemilik usaha yang tidak menerapkan protokol kesehatan, Tim gugus tugas tidak boleh melakukan tindakan yang represif, melainkan harus melakukan pendekatan dan sosialisasi.

“Agar mereka (pedagang) dapat berusaha dengan menjaga protokol kesehatan,” jelasnya.

Satu sisi banyak para pedagang maupun pengusaha kecil yang terkesan ‘cemburu’ dengan apa yang dilakukan oleh tim gugus tugas Covid-19, hal tersebut karena masyarakat tahu bahwa mal maupun pusat perbelanjaan lainnya tetap beroperasi.

“Masyarakat tahu semuanya, bahwasanya mal dan lainnya beroperasi. Kalau memang masyarakat kelas bawah ditertibkan, kelas atas juga ditertibkan. Jadi harus diperlihatkan keadilan itu,” tutupnya.