27 Ramadan, Pemkab Kepulauan Meranti Gelar Festival Lampu Colok

SELATPANJANG – Suasana malam ramadan ke 27 atau biasa disebut dengan malam 7 likur di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau dipadati ribuan warga yang turun ke jalan.

Meski di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti menggelar Festival Lampu Colok. Kegiatan yang sudah menjadi tradisi masyarakat Kepulauan Meranti dalam menyambut lebaran Idul Fitri dipusatkan di depan Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Jalan Dorak, Selatpanjang Timur, Sabtu (8/5/2021) malam.

Festival diresmikan Wakil Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H Asmar, turut hadir, Sekda Dr H Kamsol MM, Plt Asisten III Setdakab Meranti, Sudandri Jauzah, Kepala Disparpora, Rizki Hidayat, serta sejumlah pejabat lainnya.

Pembukaan Festival Lampu Colok langsung dilakukan oleh Wakil Bupati H Asmar bersama Forkopimda yang ditandai dengan menghidupkan Lampu Colok yang berada tepat di Jalan Dorak, depan Kantor Bupati Meranti yang dilanjutkan dengan menyaksikan tarian api yang disajikan oleh para pemuda Meranti.

Seperti dijelaskan Kadisparpora Meranti, Rizki Hidayat, kegiatan ini merupakan Ivent tahunan dalam rangka melestarikan budaya lokal Meranti agar tak lekang dimakan zaman, selain itu sebagai sarana promosi daerah, sarana bagi pemuda dan pemudi untuk berkreasi, serta meningkatkan sektor ekonomi kreatif ditengah masyarakat.

“Diharapkan dengan adanya festival ini dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan yang datang ke Meranti yang dapat meningkatkan ekonomi serta kreatifitas masyarakat,” ucap Kadisparpora.

Selanjutnya untuk memotivasi masyarakat dalam membuat Lampu Colok dengan berbagai bentuk, pihaknya dikatakan Rizki akan memperlombakan Festival Lampu Colok ini dan kepada peserta yang memiliki desain terbaik akan diberikan hadiah yang akan diserahkan pada akhir ramadan nanti.

Menyikapi kegiatan itu, Wakil Bupati Meranti, H Asmar mengucapkan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya Festival Lampu Colok yang sudah menjadi budaya masyarakat Melayu Meranti itu, ia berharap dengan adanya Festival Lampu Colok itu dapat melestarikan kegiatan positif tersebut agar tetap lestari sampai kapanpun.

“Semoga dengan adanya Festival Lampu Colok ini, apa yang telah mejadi budaya masyarakat Melayu Meranti dapat terus lestari sepanjang masa,” harapnya.

Dan yang paling penting Wabup H Asmar, berharap kegiatan ini dapat menjadi alat pemersatu antar masyarakat dengan begitu dapat saling mendukung demi kemajuan Meranti dimasa yang akan datang.

Terakhir karena saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19, Wabup Asmar mengingatkan kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan secara konsisten dengan melaksanakan 3 M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan, dengan begitu diri, keluarga dan masyarakat Meranti dapat terhindar dari penyakit berbahaya tersebut.

Dalam kesempatan itu, Wabup Asmar juga berkesempatan meninjau salah satu Lampu Colok kreasi masyarakat yang berada di Jalan Khalifah Umar, Gang Permai yang cukup menakjubkan, dimana Lampu Colok sebanyak 7000 ribu buah dibentuk sedemikian rupa menjadi masjid 3 dimensi.