PEKANBARU – Wakil Ketua DPRD Riau, Hardianto meminta masyarakat bisa memaklumi kebijakan larangan mudik yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Karena ini merupakan ikhtiar dari upaya pencegahan potensi penularan Covid-19.
Diakui Sekretaris DPD Gerindra Riau ini, keputusan larangan mudik merupakan keputusan yang dilematis karena mudik sudah menjadi tradisi keagamaan. Dan memang selama ini tidak pernah dilarang.
Meskipun saat ini dia menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Riau, Hardianto tetaplah seorang anak dari ibunya dan Abang dari adik-adiknya. Idul Fitri menjadi momen yang sangat spesial untuk dia dan keluarga besarnya berkumpul.
“Selama ini kan tak pernah dilarang, tapi saat angka penularan makin meninggi bahkan di luar perkiraan kita semua. Kita harus sama-sama maklum dan mematuhi aturan pemerintah. Saya pribadi juga berat hati sekali, saya bisa paham bagaimana rasanya idul Fitri tak bersama keluarga,” ujarnya, Selasa (31/5/2021).
Dengan fakta kasus harian Covid-19 yang terus meningkat tajam, bahkan puluhan orang meninggal setiap harinya, Hardianto sangat mengharapkan masyarakat bisa maklum dan bekerjasama dengan pemerintah
“Kalau dikatakan apakah pasti orang mudik itu bawa penyakit? Belum tahu, begitu juga sebaliknya. Kita tidak dalam ranah membatasi kegiatan keagamaan dan silaturahmi, tapi ini ikhtiar kita untuk menekan potensi penyebaran,” tambahnya.
Hardianto sendiri tak menyangka jika angka positif Covid-19 bisa meningkat tajam selama bulan Ramadhan, hal itulah yang kemudian membuat pemerintah memutuskan untuk melarang masyarakat untuk mudik.
“Mudah-mudahan dengan kondisi berbeda, idul Fitri tetaplah menjadi hari nan Fitri dan kita semua bisa suci dari segala dosa. Silaturahim harus tetap terangkai walau tidak berjabat tangan. Mari sama-sama berdoa supaya Covid-19 bisa dikendalikan,” tutupnya.




