Ketimbang PCR, Pemerintah Mestinya Menggalakan Vaksinasi

PEKANBARU – Ketua Komisi I DPRD Riau, Ade Agus Hartanto angkat bicara terkait kasus swab PCR palsu yang melibatkan lima orang penumpang di Bandara Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru, beberapa hari yang lalu.

Terjadi pelanggaran hukum dalam keberangkatan menggunakan pesawat terbang ini, menurut Ade, dikarenakan swab PCR ini merepotkan penumpang. Sebab, untuk satu kali keberangkatan, penumpang harus melakukan swab PCR minimal 12 jam sebelumnya.

“Pandemi Covid-19 ini saja sudah sangat merepotkan masyarakat, apalagi ditambah dengan swab PCR. Mau ngurus saja harus nunggu 12 jam, mau balik lagi juga harus ngurus dan menunggu lagi, belum lagi kalau pesawat delay,” kata Sekretaris DPW PKB Riau ini, Sabtu (28/8/2021).

Sementara orang yang ingin naik pesawat ini terdiri dari berbagai kebutuhan, dan tidak hanya untuk kalangan orang-orang tertentu saja. Ini yang kemudian menjadi peluang kejahatan.

“PCR itu harganya mahal, Rp 1 jutaan dan baru-baru ini diturunkan jadi Rp 550 ribuan, tapi kan tetap tinggi. Ini yang kemudian membuat orang ingin berbuat curang. Ketika ada yang menawarkan harga murah, ya mereka mau-mau saja, yang penting ada dan bisa berangkat,” terangnya.

Mestinya, kata Ade, pemerintah fokus menggalakkan program vaksinasi, sebab berdasarkan fakta yang ada orang-orang yang sudah divaksin lebih terjamin kesehatannya. Kalaupun harus swab, cukup swab antigen saja

“Kalau vaksin kan tidak mungkin dicurangi lagi, pemerintah harus lebih menggalakkan vaksinasi, tidak hanya pesawat, kendaraan umum lain juga harus vaksin. Kalau logikanya, naik mobil itu lebih lama ketimbang pesawat, jadi potensi penularan lebih tinggi,” tutupnya.