PEKANBARU – Tak berpikir panjang, seorang remaja laki-laki bernama Muhammad Arifin (17), nekat gantung diri karena tak diberikan uang senilai Rp 5 juta untuk beli handphone oleh ibunya.
Arifin yang tinggal bersama orang tuanya di Kelurahan Tambusai Tengah, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu, Riau itu, ditemukan tewas gantung diri pada hari Minggu (7/11/2021) petang, sekitar jam 18.15 WIB.
Aksi gantung diri itu berawal saat Muhammad Arifin mendatangi ibunya yang berada di depan rumah, sekitar jam 17.30 WIB. Saat itu Arifin merengek-rengek kepada ibunya agar diberikan uang sebesar Rp 5 juta untuk membeli handphone.
“Ibunya saat itu tidak mau memberikan uang, karena baru satu minggu anaknya itu meminta uang untuk beli handphone, namun handphone itu dijual lagi oleh anaknya itu,” kata Paur Humas Polres Rohul, Aipda Mardiono Pasda, Senin (8/11/2021) pagi.
Karena orang tua Arifin mengaku tidak punya uang, maka uang yang diminta Arifin tidak diberikan. Sementara Arifin dengan kesal masuk ke dalam rumah sambil mengatakan “Jangan nanti mamak nyesal ya,” kata Arifin sembari meninggalkan ibunya.
Tidak berapa lama, usai Ibu Arifin menunaikan shalat maghrib, tiba-tiba kakak Arifin berteriak kencang, karena melihat Arifin sudah tergantung tak bernyawa di pintu kamarnya.
Ibu Arifin yang mendengar teriakan itu langsung datang, dan ketika melihat anaknya tergantung langsung spontan memotong tali tambang yang mengikat leher Arifin.
#M244571ScriptRootC1191910 { min-height: 300px;text-align:center; display:block;margin:15px 0 }
“Ibu korban langsung mengangkat dan menurunkan korban, dan membawa ke ruangan tamu sambil berterik minta tolong, sehingga tetangga datang ke rumah tersebut dikarenakan mendengar teriakan tersebut,” lanjut Mardiono.
Mendapat informasi itu, Polsek Tambusai langsung datang ke rumah Arifin, dan melakukan olah TKP lalu, melakukan visum luar, yang mana memang didapati Arifin tewas karena gantung diri.
“Diduga Korban merasa kesal kepada orang tuanya, dikarenakan tidak diberi uang oleh orang tuanya untuk membeli handphone,” tutup Mardiono.




