PEKANBARU – Realisasi keuangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Provinsi Riau tahun 2021, mencapai 74,35 persen atau Rp7,2 triliun lebih dari total anggaran Rp9,7 triliun lebih. Sedangkan, realisasi fisik mencapai 83,62 persen.
“Realisasi keuangan APBD kita sudah 74,35 persen dan fisik 83,62 persen,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Asisten II Setdaprov Riau, Aryadi di Pekanbaru, Rabu (15/12/2021).
Meski realisasi APBD masih rendah, Aryadi mengatakan, bahwa pihaknya menargetkan untuk realisasi APBD Riau 2021 bisa diatas 90 persen sampai akhir tahun yang tinggal dua pekan lagi.
“Target kita bisa diatas 90 persen. Tak untuk fisik kita sedikit khawatir, kerena ada kegiatan di Dinas PUPR-PKPP Riau bidang Cipta Karya banyak tak selesai,” ujarnya.
Disinggung masih rendah realisasi keuangan, Aryadi menyatakan, karena disebabkan banyak rekanan yang tidak mengambil uang muka kegiatan.
“Sedangkan kita pemerintah tidak ada kewenangan memaksa rekanan mengambil uang muka. Kita hanya bisa mengingatkan agar mereka ambil uang muka, tapi mereka tak mau, sebab mereka mampu. Kecuali rekanan yang kecil-kecil baru mereka mau ngambil,” tukasnya.




