oleh

Buruh ‎PTPN V Sei Tapung Rohul Ditemukan Tewas Gantung Diri

PASIR PANGARAIAN – ‎Tenaga Kerja Lepas (TKL) atau buruh PTP Nusantara V Sei Tapung, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) bernama T. Sidabutar, ditemukan tewas dengan leher tergantung di pohon jambu.

Pria berusia 46 tahun ini ditemukan tewas oleh tetangganya dengan leher tergantung di sebuah pohon jambu, di samping rumahnya di perumahan karyawan PTPN V Sei Tapung Afd 1 RT 01/ RW 05 Dusun IF Desa Sei Kuning, Kecamatan Tandun, Senin (12/6/17) sekira pukul 12.00 WIB.

banner 300x250

Pihak Kepolisian menduga korban sengaja mengakhiri hidupnya di pohon jambu di samping rumah yang ditempatinya karena penyakit yang dideritanya tak kunjung sembuh.‎

“Korban‎ (T. Sidabutar) diduga bunuh diri dengan cara gantung diri di samping rumah korban, tepatnya di pohon jambu,” ungkap Kapolres Rohul AKBP Yusup Rahmanto, melalui Paur Humas Polres Ipda Suheri Sitorus, Selasa (13/6/17) dini hari.

Ipda Suheri mengatakan laki-laki kelahiran Brandan Senin pagi sekira 06.30 WIB, ditinggal oleh istrinya, R boru Silaban (37) bekerja yang juga sebagai TKL di perkebunan kelapa sawit PTPN V Sei Tapung, Kecamatan Tandun.

Berdasarkan keterangan istrinya, korban saat kejadian sedang tidak bekerja karena sakit di bagian dadanya sering kambuh, dan tak kunjung sembuh.

Saat sedang bekerja, Senin sekira 12.30 WIB, R boru Silaban‎ dikabari oleh tetangganya bahwa suaminya T. Sidabutar ditemukan tewas di pohon jambu yang berada di samping rumah korban. Mendengar itu istri korban pulang ke rumah.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan warga ke Polsek Tandun. Dan sekira pukul 13.00 WIB, polisi datang ke TKP dan memasang police line, sambil menuggu Tim Identifikasi Polres Rohul datang.

Senin sekira pukul 15.00 WIB, Tim Identifikasi Polres Rohul tiba di TKP dan langsung melakukan pengecekan dibantu anggota Polsek Tandun.‎

“Setelah dilakukan pengecekan, polisi kemudian menurunkan korban dari tempatnya gantung diri (pohon jambu),” jelas Ipda Suheri.

Senin sekira pukul 15.30 WIB, jenazah korban dibawa ke Puskesmas Tandun untuk dilakukan visum et evertum oleh dr Repidim Antonius Sijabat.‎ Dan hasilnya, ditemukan tanda-tanda bunuh diri, seperti keluar kotoran dari dubur.

“Dari alat kelamin korban juga mengeluarkan sperma. Ada luka lecet melingkar bekas tali di leher,” ungkapnya.

Pasca divisum, jenazah korban kemudian diserahkan ke pihak keluarga. Polisi juga sudah membuat surat serah terima ke keluarga korban untuk dimakamkan.‎‎ (rtc)