oleh

Evaluasi Kebijakan dan Kinerja 100 hari Aziz-Catur, GPPI Kampar Unjuk Rasa

KAMPAR (Inforiau.ID) – Puluhan Massa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Patriotik Indonesia (GPPI) KAMPAR, Himpunan Mahasiswa Ocu Kampar (HMOK) dan Aliansi BEM Se-Kampar gelar unjuk rasa di depan Balai Bupati Kampar dan di depan Kantor Bupati Kampar, Kamis (7/9/2017) sekira pukul 14.00 WIB.

Dalam Aksinya, pengunjuk rasa dengan Korlap Ryan, David Davijul, Alva Rebi, Trisno dan Rahmad Yani ini menuntut Evaluasi kebijakan dan kinerja 100 hari Pemerintahan Aziz-Catur.

banner 300x250

“Sudah 100 hari lebih kepemimpinan AZIS-CATUR menahkodai kota serambi Mekkah yaitu Kabupaten Kampar, pasca terpilihnya pada Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2017-2022,” Kata Ryan Dalam orasinya.

“Beberapa bulan yang lalu AZIS-CATUR menyampaikan janji-janji politiknya untuk meyakinkan rakyat Kabupaten Kampar dengan program-program yang katanya akan menguntungkan rakyat Kabupaten Kampar, Program unggulan pemerintahan AZIS CATUR adalah 3i (Infrastruktur, Investasi, Industri),” sambungnya.

Pengunjuk rasa juga mengatakan, Azis Catur di awal kepemimpinannya akan membangun infrastruktur jembatan sebanyak 23 Jembatan dengan menggunakan APBD Kabupaten Kampar dan juga APBD Provinsi Riau.

“Apakah nantinya dengan pembangunan jembatan sebanyak itu akan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan rakyat Kabupaten Kampar? atau pembangunan jembatan sebanyak itu akan menjadi pembangunan infrastruktur MUBAZIR! Atau program tersebut sebagai program balik modal saat kampanye dahulu,” kata Orator dalam aksinya.

“Ini harus terjadi evaluasi Pemerintahan Kabupaten Kampar hari ini, dan jangan samıpai seperti pemerintahan sebelumnya yang sangat menyayat hati rakyat Kabupaten Kampar,” pungkasnya.

“Janji hanya tinggal janji, inilah yang sangat kita sayangkan ketika sewaktu kampanye beribu janji di lontarkan dan ketika sudah terpilih dan menjabat semua hilang tanpa ada terealisasi,” lanjutnya.

Dari pantauan dilapangan, pengunjuk rasa menuntut evaluasi kebijakan dan kinerja 100 hari pemerintahan Aziz-Catur dan meminta pemeritah melaksanakan Program-program yang pro kepada rakyat serta transparansi penggunaan APBD Kampar kepada seluruh Rakyat Kampar.

Kedatangan pengunjuk rasa di depan Balai Bupati Kampar dan di Kantor Bupati Kampar tidak ada tanggapan atau yang menerima dari pejabat setempat.

“Dikarenakan Bupati dan Wakil Bupati Kampar tidak ada di tempat, maka hari Senin tanggal 11 September 2017 aksi unjuk rasa damai akan dilaksanakan kembali untuk bertemu Bupati dan Wakil Bupati Kampar,” kata orator sebelum kemudian membubarkan diri dengan tertib. (TW)