oleh

Hotel Comforta Dumai Bantah Buat Acara Hawai Night Party

DUMAI – Manajemen Hotel ComfortaN Dumai, Riau membantah akan menyelenggarakan acara Hawai Night Party pada malam Tahun Baru 2018. Iklan yang beredar di media sosial dinyatakan hoaks.

Eka Dewi, Sales Manager Comforta mengatakan pihaknya juga telah duduk bersama dengan beberapa elemen masyarakat di gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) kota Dumai.

banner 300x250

“Kita telah menyatakan bahwa pihak kita tidak pernah berencana melaksanakan acara tersebut,” kata Eka Dewi, Rabu (26/12/2018).

Dikatakannya melalui sambungan seluler, iklan yang bertebaran di media sosial yang membuat resah masyarakat Dumai merupakan pekerjaan orang yang tidak bertanggung jawab.

“Kalaupun itu memang acara pihak kita, tentu jelas terdapat nomor handphone saya sebagai pihak marketing,” katanya.

Dia juga meminta kepada masyarakat Dumai khususnya, untuk tidak termakan isu hoaks yang ditimbulkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

“Yang jelas pihak kita tidak ada membuat acara dimalam pergantian tahun baru,” katanya mengakhiri.

Sementara itu, Front Pembela Islam (FPI) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Dumai menyatakan menolak dengan tegas  event Hawai Night Party yang diduga akan dilaksanakan Comforta Hotel pada malam pergantian Tahun Baru 2019 mendatang.

Andi Qadri selaku Formature HMI cabang Dumai juga angkat bicara terkait hal tersebut, dalam menjaga kerukuan sosial dan adat berbudaya yang ada di negeri Melayu Riau.

Dia meminta semua pihak tidak lengah terhadap seluruh kegiatan berbau maksiat yang terus menyebar dan meningkat di kota Dumai, dan pihaknya menyampaikan 6 pernyataan sikap terhadap hal tersebut.

“Pertama, HMI cabang Dumai, memohon kepada pihak Polres kota Dumai untuk melayangkan surat pembatalan kegiatan hawaii night party kepada hotel Comforta di kota Dumai,” kata Andi Qadri, Rabu (26/12/2018)

Kedua, HMI cabang Dumai mengharapkan pemerintah kota Dumai melarang semua kegiatan yang berbau maksiat pada malam pergantian tahun 2018 M di kota Dumai, karna bertentangan dengan adat serta adab orang melayu dan seluruh masyarakat di kota Dumai.

Ketiga, HMI cabang Dumai meminta perintah daerah kota Dumai dan semua instansi terkait untuk lebih serius dalam mengawasi, mencegah dan memberantas tindakan maksiat di kota Dumai.

“Keempat, HMI cabang Dumai mendesak pemerintah, kepolisan, tokoh masyarakat, dan pemuda serta mahasiswa untuk bersama-sama mencari solusi dalam memberantas tindakan maksiat yang semakin, meningkat di kota Dumai,” katanya.

Kelima, HMI cabang Dumai menuntut pemerintah kota Dumai untuk segera membuat Perda terkait larangan seluruh kegiatan yang behubungan dengan kemaksiatan di kota Dumai.

“Keenam yang merupakan intinya, HMI cabang Dumai dengan tegas menolak segala kegiatan yang berhubungan dengan penyebarluasan kemaksiatan di daerah kota Dumai,” katanya mengakhiri.

Sementara itu, Ketua FPI kota Dumai, Azwar Djas menyebutkan pihaknya terus mendapatkan laporan dari masyarakat terkait brosur yang bertebaran di dunia maya.

“FPI Kota Dumai sudah melayangkan surat keberetan terkait acara tersebut ke pihak Hotel Comforta, dan ditembuskan ke Majelis Ulama Indonesia, Lembaga Adat Melayu Riau serta pihak Kepolisian yang ada di Kota Dumai,” kata Azwar Djas, Rabu (26/12/2018).

Dikatakannya, keberatan tersebut disebutkannya terkait acara yang diduga mengguncang maksiat yang dapat mendatangkan bencana alam di negeri Melayu yang identik dengan ajaran Islam.

“Kita tidak ingin bencana melanda negeri Melayu yang kita cintai ini, dan saya harapkan pihak Comforta Hotel dapat menghargai adat istiadat yang berlaku di kota Dumai,” katanya menegaskan.

Azwar juga menyebutkan, jika seandainya acara Hawaii Night Party dengan brosur perempuan memakai pakaian bikini tersebut diselenggarakan pihak hotel pada malam pergantian tahun tersebut, pihaknya tidak ingin disalahkan jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Jangan salahkan FPI nantinya jika hal ini dilaksanakan, karena banyak element masyarakat yang menolak serta menentang acara tersebut,” katanya.

FPI juga meminta seluruh pihak yang ada di kota Dumai, untuk tidak menyelenggarakan acara yang diluar norma adat istiadat Melayu di kota Dumai.

“Himbau ini kita sebutkan bukan hanya untuk Comforta hotel,” katanya mengakhiri.