oleh

Olahraga Ekstrem Menggunakan Sepeda Motor Trail di Siak Bisa Jadi Sport Tourism

Wakil Bupati Siak Alfedri saat memberikan pengarahan aebelum dimulainya acara Bukit Harapan Odong-odong Adventure Trail (BHOAT) di Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak, Minggu (20/1/2019).

SIAK SRI INDRAPURA- Seiring dengan berkembangan pariwisata di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, olahraga ekstrem seperti menerabas hutan dengan menggunakan sepeda motor jenis trail bisa menjadi Sport Tourism baru selain acara Tour de Siak yang setiap tahun dilaksanakan.

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Siak, Alfedri saat membuka Bukit Harapan Odong-odong Adventure Trail (BHOAT) di Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak, Minggu (20/1/2019).

banner 300x250

“Kegiatan ini bagus jika dimasukkan dalam kalender pariwisata. Jadi kegiatan olahraga sepeda motor ekstrem ini bisa menjadi sport tourism dan sebagai promosi pariwisata di Kabupaten Siak. Apalagi yang ikut olahraga sepeda motor trail ini bukan dari Siak aja, bahkan dari luar Riau pun ada,” kata Alfedri.

Sport Tourism yang masuk kalender pariwisata yang ada di Kabupaten Siak selain Tour de Siak, meliputi Sepatu Roda, dan Serindit Boat Race, sambungnya. Nantinya olahraga sepeda motor ekstrem ini bisa masuk sport tourism juga.

“Dengan adanya olahraga sepeda moor trail ini, akan berdampak pada usaha ekonomi masyarakat. Sehingga orang yang datang tidak cukup waktu 1 hari. Juga bisa mengunjungi lokasi wisata lainnya di Siak,” ungkap Alfedri.

Sementara itu Waka Polres Siak, Kompol Abdullah Hariri mengatakan, melalui olahraga juga bisa mengurangi kenakalan remaja. Dengan acara sepeda motor ekstrem ini, bisa menyalurkan bakat dan minat anak muda yang suka balapan.

“Kita juga memiliki program Milenial Safety Road, dimana anak muda diajak untuk berkendaraan seauai dengan aturan berlalu lintas. Kalau balapan diolahraga ini harus pakai helm. Jadi, pakai helmnya bukan saat olahraga saja, tapi saat mengendarai sepeda motor dan yang diboncengi juga harus apakai helm sni,” kata Kompol Hariri.

Korban lakalantas itu banyak berasal dari kalangan anak muda, lajut Kompol Hariri  Karena berkendara tidak dengan sesuai aturan berlalulintas yang baik. Selain olahraga, acara ini sebagai ajang silahturahmi antar riders dan juga bakti sosial mendukung pembangunan Masjid Al-Muhajirin Kerinci Kanan. 

Para riders yang hadir berjumlah 200 orang yang berasal dari beberapa daerah seperti dari Siak, Pelalawan dan Pekanbaru. Kebanyakan komunitas motor trail adventure (trabas) dan juga ada dari kepolisian.